Senin, 22 Oktober 2018

Andi Sofyan Hasdam, Cagub Kaltim yang Dokter Spesialis Saraf

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi mendaftar ke KPU Kaltim, 3 Maret 2018. Rizal Effendi resmi menggantikan Nusyirwan Ismail yang wafat pada Selasa (27/2). TEMPO/Sapri Maulana

    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi mendaftar ke KPU Kaltim, 3 Maret 2018. Rizal Effendi resmi menggantikan Nusyirwan Ismail yang wafat pada Selasa (27/2). TEMPO/Sapri Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur Kalimantan Timur Andi Sofyan Hasdam akhirnya memilih Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sebagai pendampingnya dalam pemilihan kepala daerah Kaltim. Sebelumnya, Andi Sofyan berpasangan dengan Nursyirwan Ismail, yang pada Selasa, 27 Februari 2018 meninggal dunia.

    Bersama pasangan barunya, Andi Sofyan akan melanjutkan pertarungan di pilgub Kaltim. "Kami akan terus melanjutkan perjuangan Pak Nusyirwan di Pilkada Kaltim dengan calon wakil gubernur Rizal Effendi," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi Kaltim Fatimah Asyari pada Sabtu, 3 Maret 2018. Nasdem menjadi salah satu partai pendukung Andi Sofyan bersama Partai Golkar.

    Baca: Daftar ke KPU Kaltim, Rizal Effendi Lanjutkan Nusyirwan Ismail

    Fatimah menyebut tim tak akan mengubah "An-Nur" yang sudah tersosialisasi lama ketika pasangan Andi Sofyan masih bersama Nusyirwan. "Kami menyingkat An-Nur dari tiga nama calon, yakni Andi Sofyan Hadam, Nusyirwan dan huruf R-nya adalah Rizal Effendi," kata Fatimah.

    Andi Sofyan pun akan melanjutkan kampanye ke berbagai daerah. Ia akan menyosialisasikan program Gerbang Etam atau Gerakan Pembangunan Ekonomi Terpadu. “Gerbang Etam ini saya tawarkan semacam gerakan di Jepang, tapi dengan model yang berbeda,” kata Andi Sofyan. Berbekal pengalamannya memimpin Bontang selama dua periode, Andi Sofyan ingin membuat Kaltim sebagai daerah yang mandiri yang tidak semata hanya bertumpu pada sektor pertambangan batu bara dan migas.

    Sebelum menjadi Wali Kota Bontang pada 2001, ia bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Timor Timur dan RSUD A.Wahab Sjahranie. Andi Sofyan dikenal sebagai dokter spesialis saraf dan sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Penyakit Saraf di RSUD A.Wahab Sjahranie. Sebagai dokter, Andi juga aktif di organisasi kedokteran seperti Ikatan Dokter Indonesia.

    Baca: Andi Sofyan Serahkan Pengganti Cawagub Nusyirwan pada Partai

    Andi Sofyan mulai terjun ke dunia politik praktis pada 2001 saat bergabung dengan Partai Golkar. Ia pun menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar Kota Bontang hingga menduduki posisi sebagai Pelaksana tugas Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, menggantikan Rita Widyasari, bupati Kutai Kertanegara nonaktif yang ditangkap KPK atas kasus suap.

    Andi Sofyan juga pernah tersangkut kasus korupsi saat menjabat sebagai wali kota. Ia pernah menjadi terdakwa kasus korupsi dana asuransi di Kota Bontang. Ia menerbitkan surat keputusan pemberian asuransi jiwa kepada 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat tahun 2002 hingga 2004. Dana berasal dari pos anggaran Sekretariat Daerah yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan pegawai, bukan dari Sekretariat DPRD.

    Pengadilan Tipikor Samarinda sempat menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara padanya. Namun ia mengajukan banding hingga tingkat kasasi ke Mahkamah Agung. MA pun mengabulkan gugatannya dan ia dinyatakan bebas pada 2014.

    Langkah politik Andi Sofyan diikuti oleh sang istri, Neni Moerniaeni. Setelah sang suami lengser dari kursi wali kota, Neni maju dalam pilwalkot bersama Basri Rase pada 2011. Namun pasangan ini kalah oleh pasangan Adi Darma-Isro Umarghani. Neni mencoba lagi pada pilwalkot 2016 dan akhirnya terpilih.

    Pilgub Kaltim 2018 diikuti oleh 4 pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 adalah Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi (Golkar dan Nasdem), Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat nomor urut 2 (Demokrat, PKB dan PPP), Isran Noor-Hadi Mulyadi nomor urut 3 (Gerindra, PKS dan PAN) serta Rusmadi Wongso-Safaruddin nomor urut 4 (PDIP dan Hanura).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.