Tangkal Rentenir, Ridwan Kamil Janji Ada Kredit Masjid Sejahtera

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kiri) - Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menyampaikan pantun saat menghadiri Coffe Morning bersama Kapolda Jawa Barat di Bandung, 10 April 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kiri) - Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menyampaikan pantun saat menghadiri Coffe Morning bersama Kapolda Jawa Barat di Bandung, 10 April 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berjanji akan menerapkan program kredit Mesra atau Masjid Sejahtera untuk menangkal rentenir di wilayah itu.

    “Pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) punya program Kredit Mesra, kredit tanpa bunga, tanpa agunan dengan nilai pinjaman sampai Rp 30 juta," kata Ridwan Kamil dalam siaran pers yang diterima Tempo, Ahad, 20 Mei 2018.

    Baca juga: Pedagang Pasar Tambun Mengeluh Banyak Rentenir ke Ridwan Kamil

    Menurut Ridwan Kamil, pengajuan kredit ini sangat mudah, yaitu tinggal ke masjid untuk mendapat rekomendasi dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), kemudian BPR akan mengurus pinjaman warga Jawa Barat.

    Saat berkunjung ke Pasar Banjar, Kota Banjar, di sela kampanye, Ridwan Kamil mendapatkan curhat dari warga sekitar soal maraknya praktik rentenir di sana.

    Pedagang terpaksa meminjam modal pada rentenir karena kesulitan mengakses permodalan dari perbankan.

    Ridwan Kamil mengklaim program kredit Mesra itu sudah sukses diterapkan di Kota Bandung. Wali Kota Bandung nonaktif itu mengatakan kredit Mesra bermakna program pinjaman berbasis rekomendasi Ketua DKM untuk memudahkan mereka yang kesulitan mengakses permodalan.

    “Tidak perlu ke rentenir, cukup ke masjid. Itu solusi pemimpin untuk rakyat yang punya masalah dengan modal usaha,” kata dia.

    Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Kuatnya di Perkotaan, Sudah Mentok

    Haryati, pedagang sayur di Kota Banjar, mengeluhkan rentenir di pasar-pasar yang menawarkan pinjaman. Kendati bunga pinjaman tinggi, warga tertarik karena prosesnya mudah tanpa persyaratan macam-macam. “Pedagang bingung ketika harus nambah modal, makanya kita pinjam ke rentenir,” kata dia, dikutip dari rilis itu.

    Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kota Banjar, Usep Herliana, mengatakan minimnya perhatian pemerintah setempat pada kebutuhan pedagang pada akses permodalan menyebabkan pedagang pasar tertarik meminjam uang pada bank keliling atau rentenir. “Sekarang bankling (bank keliling) makin menjamur, apalagi memasuki Ramadan. Jam 3 sudah pada keliling. Karena tidak ada pilihan lain, pedagang yang perlu modal ya pinjamnya di rentenir,” katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H