Said Aqil Sebut Gus Ipul-Puti Wujudkan Persahabatan NU-Soekarno

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri) dan Puti Guntur Soekarno (kanan) memeriksa berkas sebelum mendaftar ke Kantor KPU Jawa Timur  di Surabaya, Jawa Timur, 10 Januari 2018.  Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno akan berhadapan dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. ANTARA FOTO

    Bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri) dan Puti Guntur Soekarno (kanan) memeriksa berkas sebelum mendaftar ke Kantor KPU Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, 10 Januari 2018. Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno akan berhadapan dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Blitar - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan persahabatan antara NU dan Bung Karno tidak pernah surut. Bahkan, menurut dia, diusungnya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno sebagai pasangan calon Gubernur Jawa Timur adalah wujud terbaru dari persahabatan keduanya.

    "Sekarang terjadi persahabatan yang luar biasa dan harus berhasil antara Gus Saifullah Yusuf, cicitnya Mbah KH Bisri Syansuri, pendiri NU keponakan Gus Dur, dengan Mbak Puti Guntur Soekarno, cucunya Bung Karno," kata Said Aqil dalam perayaan Haul ke-48 Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Rabu, 20 Juni 2018.

    Baca: Ini Janji Gus Ipul Mengikis Ketimpangan Perekonomian Jawa Timur

    Said Aqil menambahkan, Bung Karno dikenal bersahabat dekat dengan para pendiri NU, seperti Hasyim Asyari, Wahid Hasyim, dan Abdul Wahab Hasbullah. "Sampai-sampai nama acara silaturahim setiap Lebaran namanya halal bi halal itu usulan Kiai Wahab kepada Bung Karno. Orang Arab enggak ngerti apa itu halal bi halal, karena enggak ada di Arab. Adanya di Islam Nusantara," katanya.

    Halal bi halal, dia melanjutkan, maksudnya silaturahmi saling memaafkan. Bung Karno menyetujui acara silaturahim semua pemimpinnya bertemu saling memaafkan, saling perkuat tekadnya, saling perkuat visi misinya.

    Tanda persahabatan penting lainnya, kata Said Aqil, adalah pemberian gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat) oleh NU kepada Bung Karno pada Muktamar di Surabaya pada 1954. "Pemimpin yang sah menurut syariat Islam. Oleh karena itu pemberontahan yang menentang Soekarno, seperti DI/TII atau manapun, dianggap bughot oleh NU, karena melawan pemerintahan yang sah," tuturnya.

    Baca: Puti Guntur Soekarno Gagas Beasiswa Kuliner Warung Rakyat

    Persahabatan pendiri NU dan Bung Karno berlanjut saat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), anak dari Wahid Hasyim, dan Megawati Soekarnoputri, putri sulung sang proklamator. "Persahabatan antara almarhum Gus Dur dengan Ibu Megawati luar biasa kalau kita ceritakan, enggak selesai dua jam," ujar Said disambut tawa para hadirin.

    Melihat persahabatan yang panjang dari pendiri NU dan keluarga Bung Karno, Said Aqil menilai persahabatan Gus Ipul dan Puti di pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 bukanlah hal yang baru. "Jadi, gandengan tangan antara Gus Ipul dengan Mbak Puti bukan barang baru, tidak usah kaget, tidak usah asing, tidak usah heran. Harus disukseskan oleh kita semua. Mudah-mudahan 'ala barokatillah, 'ala syafa'ati rosulillah, insya Allah, Jawa Timur gemah ripah loh jinawi dan menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur," tutur Said Aqil Siradj.

    Baca juga: Muhaimin Ancam Pecat Ketua DPC Jika Gus Ipul dan Ida Kalah Pilgub

    Acara puncak Haul Bung Karno itu dihadiri Gus Ipul, Puti Guntur, serta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan sejumlah ulama dan tokoh nasional. Mereka di antaranya adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan beberapa menteri lain, Kepala BIN Budi Gunawan, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.