Minggu, 22 September 2019

Panwaslu Cirebon Minta Plt Bupati Turunkan Gambar Petahana

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penertiban spanduk, baleho, dan poster di jalan-jalan. ANTARA/Reno Esnir

    Ilustrasi penertiban spanduk, baleho, dan poster di jalan-jalan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pengawas Pemilihan Umam (Panwaslu) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meminta kepada Plt Bupati untuk menurunkan gambar calon petahana yang masih terpampang dibeberapa program Pemerintah Daerah. Sampai saat ini, gambar calon petahana masih terlihat dibeberapa tempat strategis terutama pada sosialisasi program pemerintah daerah, seperti perpajakan, program KB.

    "Panwaslu Kabupaten Cirebon telah berkirim surat kepada Plt Bupati yang pada intinya meminta gambar petahana diturunkan," kata Anggota Panwaslu Cirebon, Abdul Khoir di Cirebon, Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca: Tersinggung PDIP, Nasdem Gandeng PKB Maju Pilkada 2018 Cirebon

    Abdul mengatakan banyaknya program Pemda yang masih mencantumkan gambar petahana Sunjaya bisa dianggap melanggar aturan yang ada. Untuk itu, Panwaslu sudah berulang kali mengirimkan surat agar gambar tersebut ditertibkan. Alasannya, saat ini sudah masuk masa kampaye pemilihan Bupati Cirebon.

    Masih beredarnya gambar tersebut, menurut Abdul, bisa menimbulkan kecurigaan terutama para lawan petahanan

    Dan dengan masih beredarnya gambar tersebut, tentu bisa menimbulkan kecurigaan terutama para lawan petahana yang ikut di Pilkada ini. "Kami juga meminta Plt Bupati Cirebon segera menerbitkan instruksi penurunan alat sosialisasi progran tersebut kepada seluruh SKPD," tuturnya.

    Baca: Panwaslu Kota Cirebon Usut Dugaan Mahar Politik oleh PKS

    Selain itu, Panwaslu juga meminta Plt Bupati untuk memberikan tembusan salinan surat intruksi sebagai tindak lanjut konkrit dari surat yang telah Panwaslu kirim berulang kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe