212 Pengungsi Syiah di Sidoarjo Jadi Pemilih Pilkada Sampang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Syiah bersama harta bendanya saat akan di pindahkan dari tempat pengungsian di GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). Ribuan santri dan warga Madura menuntut Pemerintah Sampang untuk memindahkan warga Syiah dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang warga Syiah bersama harta bendanya saat akan di pindahkan dari tempat pengungsian di GOR Bulutangkis, Sampang, Madura, (20/6). Ribuan santri dan warga Madura menuntut Pemerintah Sampang untuk memindahkan warga Syiah dari Madura. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sampang - Sebanyak 212 orang pengungsi Syiah asal Kabupaten Sampang yang kini tinggal di pengungsian di Sidoarjo, Jawa Timur, akan menjadi calon pemilih pada pilkada Sampang 2018. Jumlah ini berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Sampang.

    "Dari 212 calon pemilih itu, sebanyak 124 orang dari Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, dan 88 orang pemilih berasal dari Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang," kata Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif di Sampang, Selasa, 20 Februari 2018.

    Baca juga: KPU: Calon di Pilkada yang Terkena OTT Tetap Boleh Kampanye

    Syamsul menjelaskan, pihaknya akan membuat tempat pemungutan suara (TPS) khusus untuk warga Syiah yang kini tinggal di lokasi pengungsian di Sidoarjo tersebut. Bahkan, KPU sudah membuat surat edaran terkait rencana tersebut, yakni Surat Edaran Nomor 60 tertanggal 18 Januari 2018.

    "TPS khusus untuk warga Syiah ini, akan kami tempatkan di sekitar lokasi asal mereka," katanya, menjelaskan.

    Baca juga: Masyarakat Diminta Memilih Calon Berkualitas di Pilkada Sumbar

    Di pilkada Sampang, ada tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan berkompetisi pada pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018. Mereka adalah Hisan-KH Abdullah Mansyur (Hisbullah), Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat, dan Hermanto Subaidi-Suparto.

    Syamsul Muarif menjelaskan, pilkada merupakan pesta demokrasi dan ajang memilih calon pemimpin Sampang untuk lima tahun kedepan. Karena itu, kata dia, semua masyarakat yang sudah memenuhi syarat harus bisa memanfaatkan momentum lima tahunan ini. "Termasuk pengungsi Sampang yang tinggal di luar Kabupaten Sampang," ujar Syamsul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.