Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Roy Suryo Sebut Kubu Ahok Mainkan Anekdot Era Soeharto  

image-gnews
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dikabarkan terlibat percekcokan dengan awak pesawat Garuda mengenai jumlah tas yang dibawanya ke atas kabin pada penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta, 20 Oktober 2013 silam. Namun dari konfirmasi, Menpora mengatakan bukan ia yang melakukannya, melainkan salah satu ajudannya. TEMPO/Jati Mahatmaji
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dikabarkan terlibat percekcokan dengan awak pesawat Garuda mengenai jumlah tas yang dibawanya ke atas kabin pada penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta, 20 Oktober 2013 silam. Namun dari konfirmasi, Menpora mengatakan bukan ia yang melakukannya, melainkan salah satu ajudannya. TEMPO/Jati Mahatmaji
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kubu pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni saling melempar sindiran dalam diskusi hasil survei Indikator Politik di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.  Muncup ungkapan anekdot pada 1982 ketika Soeharto terpilih sebagai Presiden RI untuk ketujuh kalinya. 

Awalnya juru bicara kubu Ahok-Djarot, Maruarar Sirait, memberikan tanggapan atas hasil survei Indikator yang menyebutkan elektabilitas pasangan inkumben itu menempati posisi teratas. Maruarar menyampaikan bahwa rakyat Jakarta sangat menghargai kinerja dan prestasi.

"Tidak bisa yang karbitan. Jakarta itu kompleks. Jangan pertaruhkan Jakarta kepada orang yang tidak punya track record," kata  Maruarar sembari menambahkan pilkada Jakarta sebaiknya tidak dijadikan ajang uji coba atau tempat untuk latihan. 

Baca : Survei Indikator Politik : Kubu Anies-Sandi Puas di Posisi 2

Ucapan Maruarar memancing kubu Agus-Sylvi yang diwakili Roy Suryo untuk membalasnya. 
Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini, ucapan Maruarar dianggap anekdot pada 1982 ketika Soeharto terpilih sebagai Presiden RI untuk ketujuh kalinya.

"Syarat jadi presiden saat itu, satu bertakwa, berkelakuan baik, syarat nomor tujuh pernah menjadi presiden. Lalu syarat jadi gubernur, pernah jadi Gubernur Jakarta, ya enggak ada," kata Roy disambut gelak tawa Maruarar serta Mardani Ali Sera, yang mewakili kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sindiran dan candaan antara Roy dan Maruarar tak berhenti di situ. Giliran Maruarar yang menimpali ucapan Roy. Ketika itu, Roy sedang mengatakan bahwa efek dari Pemilu 2014 masih sangat terasa dalam Pilkada DKI 2017.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dirinya mencermati bahwa pendukung kotak-kotak, seragam khas kampanye Joko Widodo yang kini dipakai Ahok, sangat solid. "Artinya meski tokohnya beda tapi bajunya sama," ujar Roy.

Ketimbang mengatakan hal yang bagus-bagus mengenai pasangan Agus-Sylvi, Roy terlihat lebih banyak memuji keunggulan pasangan calon lain dan merendah terhadap calon yang didukungnya. Tapi, Roy mengaku punya alasannya. "Saya lebih suka mengevaluasi kekurangan kami," kata Roy.

Maruarar menimpali. "Jadi memuji pasangan lain biar terlena," ucapnya disambut tawa Roy, Mardani, termasuk Burhanudin Muhtadi selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik. Roy pun membalas, "Betul. Seorang politikus memang begitu. Mas Ara juga begitu."

Dalam survei yang dirilis Indikator Politik, elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 23,6 persen. Cukup tertinggal dibadndingkan perolehan pasangan Ahok-Djarot di posisi pertama dengan raihan 38,2 persen. Sementara pasangan Anies-Sandi meraih 23,8 persen suara. Hasil tersebut merupakan simulasi pilihan kepada tiga pasangan calon.

FRISKI RIANA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anies Ungkit Momen Berutang di Pilkada DKI, Singgung Biaya Politik Mahal

5 jam lalu

Bakal Calon Presiden Anies Baswedan usai mengisi acara Idea Fest 2023 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Sabtu, 30 September 2023. TEMPO/Bagus Pribadi
Anies Ungkit Momen Berutang di Pilkada DKI, Singgung Biaya Politik Mahal

Anies menuturkan mahalnya biaya kampanye bukan berarti ketika menjadi pejabat harus balik modal


Di Acara Partai Ummat, Anies Baswedan Cerita Diberi Label saat Pilkada DKI 2017

14 Februari 2023

Anies Baswedan menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa, 14 Februari 2023. TEMPO/Ima Dini Shafira
Di Acara Partai Ummat, Anies Baswedan Cerita Diberi Label saat Pilkada DKI 2017

Anies Baswedan menyebut ada dua pendekatan untuk menciptakan persepsi ini.


Anies Baswedan Buka Suara soal Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga: Sudah Selesai Dulu

11 Februari 2023

Mantan wagub DKI Sandiaga Uno mengucapkan selamat ulang tahun untuk Gubernur DKI Anies Baswedan di akun twitternya. Twitter.com
Anies Baswedan Buka Suara soal Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga: Sudah Selesai Dulu

Anies Baswedan menegaskan tidak ada utang yang hari ini harus dilunasi.


Politikus NasDem Minta Sandiaga Klarifikasi Surat Utang Anies Baswedan

11 Februari 2023

Tampilan yang disebut sebagai Surat utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno. Istimewa
Politikus NasDem Minta Sandiaga Klarifikasi Surat Utang Anies Baswedan

Ada juga poin yang menyatakan jika Anies-Sandi menang, maka Anies Baswedan bebas dari utang tersebut.


Soal Perjanjian Utang dengan Anies Baswedan, Sandiaga: Saya Baca Dulu

6 Februari 2023

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno saat tiba di Sekber Gerindra-PKB di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 23 Januari 2023. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Soal Perjanjian Utang dengan Anies Baswedan, Sandiaga: Saya Baca Dulu

Sandiaga belum mau menanggapi soal utang Anies Baswedan ke dirinya saat Pilkada DKI 2017.


Fadli Zon Buka Suara Soal Perjanjian Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Pilkada DKI

6 Februari 2023

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon di DPR/MPR RI, Jakarta Selatan, Kamis, 22 September 2022 [Tempo/Eka Yudha Saputra]
Fadli Zon Buka Suara Soal Perjanjian Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Pilkada DKI

Fadli Zon mengakui membikin draft perjanjian antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017. Soal utang, Fadli tak mau bicara.


Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

31 Januari 2022

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima gelar tokoh persatuan dan pembangunan dari PPP di DPW PPP, Duren Sawit, Jakarta Timur, Ahad, 30 Januari 2022. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

Anies Baswedan bercerita tentang dukungan yang diberikan Haji Lulung kepadanya dalam Pilkada DKI 2017.


MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

20 November 2021

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik usai memimpin rapimgab membahas pemilihan wagub DKI di lantai 10 Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana
MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

Taufik menyampaikan penyerang ini selalu mengatakan bahwa Anies Baswedan memenangkan Pilkada, karena politik identitas.


Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

20 Mei 2021

Layar televisi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunujukkan Rizieq Shihab sedang membacakan nota pembelaan atas perkara kerumunan, Kamis, 20 Mei 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung
Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

Rizieq Shihab mengklaim perkara yang menjeratnya bukanlah kasus hukum melainkan politik. Ia kemudian berkisah tentang Pilkada DKI.


Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

20 Februari 2021

Anggota DPR RI saat mengikuti Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.  TEMPO/M Taufan Rengganis
Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

Menurut Henry, pemerintah disalahkan atas konflik antarmasyarakat itu. Padahal menurutnya, konflik dengan UU ITE paling banyak antarmasyarakat.