Rabu, 21 November 2018

Pilkada 2018 Susulan di Papua, Mabes Polri: Tunggu Kondusif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata diangkut menggunakan pesawat di Kenyam, Papua, Senin, 25 Juni 2018. Istimewa.

    Korban penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata diangkut menggunakan pesawat di Kenyam, Papua, Senin, 25 Juni 2018. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan belum bisa memastikan pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada susulan di Kabupaten Nguda dan Pinaia, Papua. "Belum bisa dipastikan, kapan Pilkada susulan bisa dilaksanakan," kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakrta Selatan, Kamis 28 Juni 2018.

    Saat ini kepolisian sedang mengkaji kondisi terlebih dahulu agar aman untuk Pilkada susulan. Namun Polri mentargetkan Pilkada susulan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

    Baca: Usai Tembak Pesawat Brimob, Kelompok Ini ...

    Setyo menyebutkan jika kondisi sudah aman, kepolisian akan segera berkordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Pilkada susulan. "Kalau sudah aman, kami akan segara kordinasikan dengan penyelenggara pemilu," ujarnya.

    Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan ada dua kabupaten, Nduga dan Pinaia di Papua yang harus menunda Pilkada karena masalah keamanan dan perbedaan pendapat antara KPU tingkat kabupaten dan provinsi.

    Baca: Pesawat Brimob Ditembak di Bandara Keneyam ...

    Di Kabupaten Nduga, kata Wiranto, terjadi penembakan pada helikopter yang mengangkut logistik Pilkada. Akibatnya logistik terlambat datang, dan Pilkada harus ditunda.

    Setyo menambahkan saat ini kepolisian masih melakukan pemburuan terhadap kelompok bersenjata yang menyebabkan Pilkada 2018 di Nduga dan Pinaia, Papua tertunda itu. Diduga mereka bersembunyi di wilayah pegunungan. "Sekarang masih dalam pemburuan." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.