Senin, 22 Oktober 2018

Pilkada: Dua Kubu Tim Sukses Calon Bupati Bentrok, Satu Tewas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi baliho Pilkada. ANTARA

    Ilustrasi baliho Pilkada. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Dua kubu tim sukses pasangan di Pilkada calon Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan, dikabarkan terlibat bentrok. Kejadian tersebut terjadi pada 12 Juni 2018 sekitar pukul 15.30 WIB.

    Hal tersebut dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal. "Iya betul, tapi langsung tanya ke Kapolda sana aja, ya," ucap dia di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca: Polri Bentuk Tim Khusus Pendampingan Daerah Rawan Pilkada 2018

    Akibat dari bentrok tersebut, satu orang timses dari pasangan calon tewas lantaran mengalami luka tembak, sementara tiga orang lainnya terluka.

    Peristiwa tersebut diduga berawal dari saling sindir antar kedua tim sukses pasangan calon. "Terus berpapasan, lewat poskonya dan terjadi ketegangan, saling sindir dan akhirnya ribut," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Komisaris Besar Slamet Widodo saat dikonfirmasi, hari ini.

    Polisi pun telah menetapkan tersangka. Namun, kata Slamet, tersangka melarikan diri sehingga ia mengimbau agar segera menyerahkan diri. "Kami sudah kantongi identitasnya, makanya kami harapkan tersangka menyerahkan diri," kata dia. Tersangka diduga berasal dari timses calon pasangan nomor dua.

    Baca: Debat Pilgub Jabar 2018 Putaran Tiga Bahas Isu Sosbud dan Agama

    Kini, situasi sudah kondusif. Kapolda Sumatera Selatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Panitia Pengawas Pilkada (Panwas) dan gubernur sudah mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pendinginan sejak pagi tadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.