Selasa, 22 Mei 2018

Djarot Saiful Hidayat Bertanya Stunting, Edy Mengaku Tak Tahu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur dan wagub Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (nomor urut dua) dan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (nomor urut satu) di Medan, Sumatra Utara, 13 Februari 2018. ANTARA/Septianda Perdana

    Pasangan calon gubernur dan wagub Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (nomor urut dua) dan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (nomor urut satu) di Medan, Sumatra Utara, 13 Februari 2018. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Djarot Saiful Hidayat bertanya masalah stunting kepada lawannya, Edy Rahmayadi, dalam debat pemilihan gubernur Sumatera Utara, Sabtu malam, 12 Mei 2018. Namun Edy mengaku tidak tahu soal stunting yang ditanyakan Djarot.

    Dalam sesi saling bertanya antar calon gubernur, Edy Rahmayadi mengaku tidak mengetahui masalah stunting atau gangguan kesehatan anak yang menyebabkan sulit mengalami pertumbuhan yang cukup banyak di propinsi Sumatera Utara.

    Baca: Edy Pertanyakan Djarot Saiful Hidayat soal Kearifan Lokal

    Awalnya, Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa kasus kesehatan yang menyebabkan anak sulit mengalami pertumbuhan itu cukup banyak di Sumut. Karena itu, pihaknya mempertanyakan cara pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam menekan kasus kesehatan yang dapat mempengaruhi SDM dan generasi penerus tersebut.

    Menanggapi pertanyaan itu, Edy Rahmayadi mengaku belum mengetahui tentang stunting dan meminta Djarot Saiful Hidayat menjelaskan masalah tersebut. "Dijelaskan dulu, nanti akan saya jawab," ujar Edy.

    Mendengar pernyataan itu, Djarot menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah yang sangat penting berupa gangguan kesehatan sehingga tubuh seorang anak sulit untuk tinggi. "Itu kasus gagal tumbuh kembang, otaknya juga berpengaruh," ujar Djarot menjelaskan.

    Baca: Beda Tanggapan Djarot dan Edy Mengenai Image Negatif Sumut

    Mendengar hal itu Edy Rahmayadi mengaku telah mengerti dan menyatakan telah menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi nya. Diantaranya dengan menyiapkan puskesmas siaga, bidan siaga, bahkan mobil jenazah siaga untuk membantu masyarakat.

    "Itu akan saya catat, dan setelah menjadi gubernur nanti, saya tidak akan lupa lagi," ujar Edy.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.