Ida Fauziah Mendorong Cantrang Bisa Digunakan secara Legal

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PP Fatayat NU, Ida Fauziyah mengisi acara dalam kegiatan memperingati Isra Miraj, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 26 Juni 2014. Fatayat NU meminta masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum PP Fatayat NU, Ida Fauziyah mengisi acara dalam kegiatan memperingati Isra Miraj, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 26 Juni 2014. Fatayat NU meminta masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziah berjanji akan berjanji akan memperjuang nasib nelayan di Jawa Tengah. Salah satunya, kata dia, dengan mendorong agar penggunaan alat tangkap cantrang bisa digunakan secara legal.

    "Saya dan teman-teman PKB DPR RI sudah memperjuangkan ini dalam RUU Perikanan. Dari teman-teman FPKB, aspirasinya adalah legalnya cantrang," kata Ida yang juga politikus PKB saat berkampanye di Kabupaten Pati, Jumat 27 April 2018.

    Baca: Rais Aam PBNU Restui Ida Fauziah sebagai Calon Wakil Gubernur

    Kebijakan pelarangan cantrang diwujudkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Penggunaan cantrang dianggap tidak ramah lingkungan.

    Pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said ini menilai semestinya nelayan diberikan apresiasi dan dijamin keamanannya dalam melaut. Jangan sampai, kata dia, nelayan menjadi was-was saat menjalankan pekerjaannya karena menggunakan cantrang. Ida menyebutkan sebagian penduduk bekerja sebagai nelayan.

    "Yang gunakan cantrang jangan sampai ketakutan, karena penggunaan alat yang sempat disebut ilegal. Semoga Undang-Undang Perikanan ini segera kelar," kata Ida.

    Baca: Ida Fauziah Prihatin Perempuan Jateng Banyak Berpendidikan Rendah

    Bekas ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Pusat mengatakan nelayan adalah salah satu pahlawan yang mengambil peran pemerintah dalam mencukupi kebutuhan gizi dari hasil melaut. Sebagai pahlawan gizi, menurut Ida, nelayan semestinya difasilitasi untuk tetap memperjuangkan kehidupannya untuk memenuhi kebutuhan ikan laut untuk masyarakat.

    Fasilitasi yang ia maksud yakni selain melegalkan cantrang. Di tahun 1980-an, kata Ida, penggunaan cantang legal sebagai alternatif lain dari pukat harimau.

    Selain itu, Ida Fauziah menambahkan, nelayan juga perlu mendapat pelatihan agar tidak hanya menangkap ikan dan menjualnya. Dengan mendapat pelatihan, mereka bisa mengolah hasil tangkapannya sehingga mampu meningkatkan harga jualnya. "Pelatihan ini tak harus bagi bapak-bapak, tapi pada ibu-ibu nelayan," ucapnya. "Tidak boleh diabaikan pula akses kesehatan nelayan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.