Ansor Bebaskan Kader Pilih Ganjar Pranowo atau Sudirman Said

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin (nomor urut satu) dan Sudirman Said-Ida Fauziah (nomor urut dua) di Semarang, Jawa Tengah, 13 Februari 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    Pasangan calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin (nomor urut satu) dan Sudirman Said-Ida Fauziah (nomor urut dua) di Semarang, Jawa Tengah, 13 Februari 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberi kebebasan kepada kader organisasi kemasyarakatan ini untuk mendukung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin atau Sudirman Said dan Fauziyah dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

    "Secara kelembagaan Ansor tidak diperbolehkan mendukung salah satu calon kepala daerah," kata Yaqut saat Rapat Koordinasi Wilayah Ansor Jawa Tengah di Semarang, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Baca: Dituding Setya Novanto, Ganjar Pranowo Bicara Soal 3 Kebohongan

    Namun, dia menambahkan, secara personal, kadernya memiliki hak politik untuk menentukan pilihannya. Dalam konstelasi politik di Jawa Tengah menjelang pilkada 2018, menurut dia, tidak menutup kemungkinan terjadi tarik-menarik terhadap kader Ansor. "Ada yang minta dukung Ganjar, ada yang minta dukung Sudirman Said," katanya.

    Karena itu, Yaqut Cholil melanjutkan, perlu menyatukan langkah untuk menyikapi hal tersebut agar organisasi tidak menjadi korban. "Strategi tidak akan disampaikan secara terbuka karena karakteristik daerah satu dengan yang lain berbeda," ujarnya.

    Baca: Pasangan Ganjar Pranowo, Taj Yasin Minta Doa Restu Kiai Banyumas

    Yaqut berharap konstelasi politik di Jawa Tengah ini tidak mengganggu organisasi. Ia juga berharap Jawa Tengah memperoleh pemimpin yang terbaik, tidak hanya untuk masyarakat, tapi untuk Nahdlatul Ulama dan Ansor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.