Senin, 28 Mei 2018

Saifullah Yusuf dan Komposisi Islam-Nasionalis di Pilkada Jatim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) menghadiri Rapat Kerja Khusus PDIP Jawa Timur di Empire Palace, Surabaya, 3 Februari 2018. Rakerdasus juga dihadiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarnoputri. TEMPO/KUKUH SW.

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) menghadiri Rapat Kerja Khusus PDIP Jawa Timur di Empire Palace, Surabaya, 3 Februari 2018. Rakerdasus juga dihadiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarnoputri. TEMPO/KUKUH SW.

    TEMPO.CO, Jakarta - Saifullah Yusuf, 53 tahun, mengaku tak menyangka akan berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno dalam pilkada Jawa Timur 2018. Dia mengatakan kombinasi antara dirinya dengan Puti sebagai simbol Islam dan nasionalis adalah takdir Tuhan.

    Saiful mengatakan Puti adalah cucu Proklamator Bung Karno. Sementara dirinya adalah cicit KH Bisri Syansuri, tokoh Nahdlatul Ulama. "Tidak pernah saya membayangkan dan merencanakan untuk bisa bersama-sama dengan Mbak Puti," ujarnya di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Timur, Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca juga: Cagub Jatim, Saifullah Yusuf Bakal Gandeng Pengusaha Milineal

    Menurut Saifullah, berpasangan dengan Puti yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan di Pilkada Jawa Timur, merupakan suratan takdir. “Takdir yang membawa kami akhirnya bersama di detik-detik terakhir pendaftaran ini diantar empat partai politik,” ujar Saifullah. Partai tersebut adalah PKB, PDIP, Gerindra, dan PKS. 

    Saifullah Yusuf lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964. Saifullah yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur adalah putra dari Ahmad Yusuf Cholil dan Sholichah Hasbulloh.

    Gus Ipul, begitu dia biasa disapa, menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang dan SMP Islam Pasuruan. Setelah lulus dari SMA, Pamannya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menganjurkan Gus Ipul untuk berkuliah di Jakarta. Dia pun berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Nasional dan menyelesaikan kuliahnya pada 1985.

    Hubungan dekatnya dengan Gus Dur juga mempengaruhinya untuk terjun di dunia politik. Dia mengawali kariernya melalui organisasi Gerakan Pemuda Ansor dan menjadi Ketua umum GP Ansor selama dua periode yaitu 2000-2005 dan dilanjutkan 2005-2010. Sebelumnya juga ia menjadi pelaksana harian Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang meninggal dunia pada 1999.

    Meski berlatar NU, Saifullah pernah menjadi anggota DPR dari PDIP pada 1999. Namun ketika Gus Dur dilengserkan sebagai presiden pada 2001 yang membawa Megawati Soekarnoputri menduduki posisi RI-1, Saifullah mengundurkan diri. Dia keluar dari PDIP yang otomatis juga keluar sebagai anggota DPR. Dia bergabung dengan PKB, partai yang dibesut Gus Dur.

    Pada muktamar PKB tahun 2002, Saifullah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKB, dengan Ketua Umum Alwi Shihab. Pada 2004 di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, dia menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Posisi ini didudukinya hingga Mei 2007, setelah konflik di PKB membuatnya terlempar dari posisi Sekjen PKB.

    Namun karier politiknya tak berhenti. Dia terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo pada pilkada 2008. Di pilkada 2013, Gus Ipul kembali berpasangan dengan Soekarwo dengan komposisi yang sama, yakni sebagai wakil gubernur.

    Baca juga: Pilkada Jatim, Ini yang Bikin Saifullah Jatuh Hati kepada Puti

    Dua periode menduduki posisi wakil gubernur tak menghentikan mimpi Saifullah menjadi orang nomor satu di Jawa Timur. Di pilkada 2018 ini, dia berpasangan dengan Puti Soekarno. Dalam poster maupun baliho pencalonannya, pasangan sempat ini memasang foto kakek buyut mereka untuk mendapat dukungan masyarakat Jawa Timur. Mereka sadar dengan nama besar KH Bisri Syansuri yang merupakan tokoh NU dan Bung Karno. Demikian pula partai pengusung mereka.

    "Dengan ditugaskannya para cucu dan cicit pendiri bangsa, ini menjadi‎ pasangan yang sangat penting mendapatkan perhatian kita bersama," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Ahmad Basarah pada 10 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.