Presiden PKS Nilai Pilkada DKI Terasa seperti Pilpres

Jum'at, 21 April 2017 | 01:00 WIB
Presiden PKS Nilai Pilkada DKI Terasa seperti Pilpres
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, mendeklarasikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung Gerindra-PKS, Anies Baswedan-Sandiaga S. Uno, di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 23 September 2016. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengatakan dari total 94 pilkada yang diikuti oleh partainya tahun 2017 ini, pilkada DKI Jakarta yang suasana pesta demokrasinya terasa kental. "Ini sebetulnya pilkada, tapi terasa pilpres," ujarnya ditemui di Kantor DPP Partai Gerindra di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 April 2017.

Sohibul turut hadir dalam pidato kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam pilkada DKI putaran kedua berdasarkan penghitungan cepat dari sejumlah lembaga survei. Saat itu dia menganakan jaket hitam dengan lambang bendera Indonesia di dada kanan.

Baca: Pilkada DKI, Kenapa Timses Anies-Sandi Belum Pikirkan Perayaan?

Perhelatan pilkada DKI, menurut dia, terasa meriah sejak September 2016. Sebab, pilkada di ibu kota ini mendapat perhatian dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan juga dunia internasional.

Ia juga memuji pelaksanaan pencoblosan pilkada DKI putaran kedua yang berlangsung mulus tanpa konflik berarti. "Sekalipun hiruk-pikuknya terasa seperti pilpres, kita bersyukur pilkada DKI berjalan secara adil, jujur, dan demokratis," ucapnya.

Sohibul menyerukan kepada para pendukung pasangan calon nomor urut 3 agar tetap rendah hati menyikapi kemenangan. "Kita bergembira secara proporsional," kata dia. Menurut dia, kemenangan Anies-Sandi berkat bantuan dari Tuhan. "Kemenangan ini bukanlah dari diri kita, tapi dari intervensi Yang di Atas, sikapi dengan rasa syukur."

Baca: Timses Anies-Sandi Tak Menyangka Angka Kemenangan yang Tinggi

Berdasarkan hasil quick count yang dilansir beberapa lembaga survei, pasangan Anies-Sandi memang unggul di seluruh wilayah DKI. Lembaga survei LSI Denny JA menunjukkan hasil Anies-Sandi 57,67 persen dan Ahok-Djarot 42,33 persen dengan suara.

Sementara di lembaga survei SMRC, Anies-Sandi 58,06 persen dan Ahok-Djarot 41,94 persen. Pihak Anies-Sandi tak menampik bahwa mereka tetap harus menunggu hasil penghitungan suara pilkada DKI putaran kedua secara resmi dari KPU namun tentu hasil quick count menunjukkan keduanya unggul jauh dibanding pasangan lawan.

AZALIA RAMADHANI | RW

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler