Wiranto Bersyukur Pilkada DKI Putaran Kedua Berlangsung Aman

Rabu, 19 April 2017 | 20:20 WIB
Wiranto Bersyukur Pilkada DKI Putaran Kedua Berlangsung Aman
Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, 19 April 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menilai pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran kedua berlangsung tertib. Dia meminta agar kondisi ini tetap dijaga.

"Perlu disyukuri bahwa pelaksanaan pilkada serentak untuk DKI Jakarta putaran kedua telah berlangsung dengan baik," kata Wiranto, dikutip dari berita pers Kemenkopolhukam, Rabu, 19 April 2017.

Dia mengapresiasi warga DKI yang menggunakan hak pilih secara tertib dan teratur. Masyarakat, menurut dia, berhasil menciptakan rasa aman.

Tak lupa Wiranto mengapresiasi penyelenggara pemilihan umum, mulai dari Komisi Pemilihan Umum DKI hingga Panitia Pengawas Pemilu yang dinilainya melaksanakan tugas baik. Hal itu pun ditujukan pada aparat gabungan TNI dan Polri yang mendukung pengamaman di tiap titik Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Memang ada insiden kecil-kecilan tapi saya kira itu wajar, hal yang lumrah dalam suatu proses pilkada di manapun," tutur Wiranto.

Dia pun berujar bahwa persoalan menang kalah adalah biasa dalam kontes politik. Wiranto meminta pihak yang kalah bersikap ikhlas dan menerima hasil. "Yang menang juga harus menunjukan suatu sikap-sikap negarawan, tidak melakukan hal-hal yang berlebihan."

Hasil hitung cepat di banyak lembaga survei menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dari lawannya, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Perolehan Anies-Sandi ada di Kisaran 50 persen, sedangkan pasangan Ahok-Djarot mendapat sekitar 40 persen.

YOHANES PASKALIS

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler