Warga Bertanya ke Anies: Apakah KJP Berhenti Kalau Ahok Kalah ?

Senin, 20 Maret 2017 | 22:18 WIB
Warga Bertanya ke Anies: Apakah KJP Berhenti Kalau Ahok Kalah ?
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan berfoto bersama warga saat mengadakan sosialisasi di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, 20 Maret 2017. TEMPO/Yola Destria

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga penduduk Gang Sawo, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Jakarta Selatan bertanya apakah program Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan berhenti apabila Basuki Purnama tidak terpilih lagi.  Pertanyaan tersebut ditanyakan kepada Anies Baswedan yang Senin 20 Maret 2017 melakukan kampanye di Gang Sawo.

"KJP tidak akan berhenti, justru kita tingkatkan," jawab Anies Baswedan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menjawab soal program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang digagas bersama pasangannya, Sandiaga Uno.  

Baca juga:Anies-Sandi Blusukan di PIK, Ingin Rebut Suara Ahok?

Anies menjelaskan program kerja KJP Plus merupakan bentuk komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah. Dia menegaskan, apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur Jakarta, semua anak akan mendapat KJP.

Hal ini berbeda dengan kebijakan Gubernur Basuki Purnama alias Ahok yang hanya memberikan KJP kepada anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri dari keluarga ekonomi lemah.

Anies menjelaskan sistem KJP Plus nantinya akan sama seperti kartu pelajar. Semua siswa akan mendapatkan KJP. Namun, Anies menegaskan fungsi KJP bagi keluarga kurang mampu akan berbeda dengan keluarga mampu.

Bagi keluarga mampu, KJP akan berguna untuk manfaat pendidikan seperti potongan harga perlengkapan sekolah.

"Jadi yang keluarga bukan mampu fungsinya bukan untuk bantuan," tandasnya.

Simak juga:Beredar Kontrak Politik Soal Syariat Islam, Anies: Itu Fitnah!  

Terkait APBD, Anies mengatakan tidak akan ada perubahan signifikan. Sebab, penerima KJP tidak akan semuanya mendapatkan bantuan. Ada yang sifatnya hanya sebagai kartu diskon untuk belanja keperluan sekolah.

Anies juga mengatakan KJP nantinya tidak akan menggunakan pos anggaran di luar anggaran pendidikan. "Anggaran pendidikan sudah cukup besar hanya tinggal dimaksimalkan saja," pungkasnya.

BENEDICTA ALVINTA | UWD

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan