Debat, Selotip Ajaib Jadi Senjata Ahok Cegah Bicara Kasar

Kamis, 12 Januari 2017 | 19:11 WIB
Debat, Selotip Ajaib Jadi Senjata Ahok Cegah Bicara Kasar
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjadi bintang tamu dalam forum komunitas 'Kaskus' lewat program 'Jakarta Punya Suara' di Kantor Kaskus, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Januari 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan akan menjaga ucapannya yang dinilai ceplas-ceplos dalam debat kandidat perdana yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Debat kandidat perdana akan digelar Jumat, 13 Januari 2017.

Di hadapan hadirin acara Kaskus program 'Jakarta Punya Suara', Ahok mengaku dirinya kini telah berubah dari pribadinya dulu yang suka sembarangan bicara. Ahok memberikan istilah 'mulut comberan' atas kebiasaannya tersebut.

"Aku sudah dapet selotip ajaib, yang tepat tahu kapan dia dikunci, kapan dia dibuka. Caranya, Ahok sudah I-Core 7 sekarang, sudah bukan pentium lagi," kata Ahok di Kantor Kaskus, Kamis, 12 Januari 2017.

Ahok mengatakan kebiasaan bicara kasar itu sudah jadi cerita lama bagi dirinya. Saat ini, Ahok menuturkan hanya ingin menyampaikan sesuatu dengan cepat dan tepat. Apalagi, kata Ahok, sebagai pelayan masyarakat harus lebih bisa mengontrol diri.

"Sebenarnya di kampung saya itu, (bicara ceplas-ceplos) biasa aja kan. Makanya saya kaget (orang marah). Padahal, saya kalau semarah apapun, memarahi orang tidak akan pernah pakai istilah hewan. Karena manusia dengan hewan beda," ujar Ahok.

Ahok memastikan 'selotip ajaib'-nya itu tidak akan lepas pada saat debat kandidat nanti. Apalagi, kata dia, istilah selotip ajaib sudah menjadi hak paten dirinya. "Itu kan memang sudah trade mark-nya saya, sudah aku patenkan itu selotip ajaib," ujar Ahok terkekeh.

LARISSA HUDA

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler