Ahok Kalah, Djan Faridz Merapat ke Anies-Sandi

Reporter

Ketua Umum PPP Djan Faridz menyampaikan ceramah di depan warga Nahdliyin saat Istighosah Kebangsaan di Jakarta, 5 Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Jakarta Djan Faridz mengungkapkan rencananya mendekati Calon Gubernur Anies Baswedan - Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno setelah calon yang diusungnya, Basuki Purnama alias Ahok-Djarot Saiful gagal memenangi ajang coblosan Gubernur DKI Jakarta.

“Kan Islam banget, coba kita jualan. Siapa tahu dia mau, kan temen juga. Ngedeketin supaya program kita diterima sama beliau,” kata Mantan Menteri Perumahan Rakyat di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 20 April 2017. Namun Djan Faridz tidak menjelaskan programnya.

Baca: Gerindra: Kesalahan Lawan Mendongkrak Suara Anies-Sandi

Selain mendekati Anies-Sandi, dia juga tidak menutup peluang untuk mendekati kembali mantan kadernya yang belum lama ini dipecat lantaran mendeklarasikan dukungannya pada Anies-Sandi, Abraham Lunggana alias Lulung. Menurutnya, hal itu adalah wajar.

“Wajar, saya juga dekat dengan Pak Romi (Romahurmuziy), sama Lulung juga dekat. Temen gue,” kata Mantan Menteri Perumahan Rakyat di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Baca: Anies-Sandi Pimpin Jakarta, Bos Lippo Ajukan Permintaan  

Atas kekalahan Basuki-Djarot, Djan mengaku menerimanya. “Apapun keputusan Allah harus kita terima. Cobaan dari Allah saja kami terima, yang berat-berat,” ungkapnya. Dia juga berharap gubernur terpilih bisa lebih baik dari gubernur sebelumnya.

CAESAR AKBAR | EA






Hadiri Mukercab PPP, Anies Baswedan Akan Bahas Capres 2024 Usai Lengser

7 hari lalu

Hadiri Mukercab PPP, Anies Baswedan Akan Bahas Capres 2024 Usai Lengser

Hasil musyawarah kerja cabang kesatu DPC PPP Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.


Suharso Monoarfa Tak Lagi Ketua Umum, Waketum PPP: Bukan Diberhentikan

27 hari lalu

Suharso Monoarfa Tak Lagi Ketua Umum, Waketum PPP: Bukan Diberhentikan

Arsul tidak menampik jika ada ketegangan antara Suharso Monoarfa dengan Majelis Tinggi PPP. Soal pergantian sudah dibicarakan di internal PPP.


Idham Chalid, Politikus Tiga Zaman

43 hari lalu

Idham Chalid, Politikus Tiga Zaman

Idham Chalid dua kali menjabat wakil perdana menteri.


Bamsoet Apresiasi PPP Dukung Pentingnya Konsensus Nasional

1 Juli 2022

Bamsoet Apresiasi PPP Dukung Pentingnya Konsensus Nasional

Dukungan PPP dikemukakan saat Silaturahmi Kebangsaan Pimpinan MPR RI bersama Pengurus Pusat PPP.


Suharso Angkat Bicara Soal Demo Menuntutnya Mundur dari Kursi Ketua Umum PPP

27 Juni 2022

Suharso Angkat Bicara Soal Demo Menuntutnya Mundur dari Kursi Ketua Umum PPP

Suharso Monoarfa mengendus keterlibatan pihak eksternal yang menunggangi demo menuntut dirinya mundur sebagai Ketua Umum PPP.


PAN Gelar Karpet Merah untuk Partai Lain Bergabung Koalisi Indonesia Bersatu

13 Mei 2022

PAN Gelar Karpet Merah untuk Partai Lain Bergabung Koalisi Indonesia Bersatu

PAN menyatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu sepakat mengedepankan kerja sama inklusif, bukan eksklusif.


Isu Koalisi Indonesia Bersatu Usung Airlangga Hartarto di Pilpres, Ini Kata PAN

13 Mei 2022

Isu Koalisi Indonesia Bersatu Usung Airlangga Hartarto di Pilpres, Ini Kata PAN

PAN menyatakan Koalisi Indonesia Bersatu belum melakukan pembahasan soal calon presiden untuk Pilpres 2024.


Soal Koalisi Indonesia Bersatu, PPP Buka Pintu Partai Lain Bergabung

13 Mei 2022

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, PPP Buka Pintu Partai Lain Bergabung

PPP menyatakan tak menutup kemungkinan partai lain bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu


Soal Koalisi Indonesia Bersatu, PPP: Belum Ada Pembicaraan Soal Capres

13 Mei 2022

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, PPP: Belum Ada Pembicaraan Soal Capres

PPP menyatakan belum ada pembicaraan soal calon presiden dalam Koalisi Indonesia Bersatu.


Pengamat Politik Sebut PPP Perlu Kerja Keras untuk Tetap Eksis

16 April 2022

Pengamat Politik Sebut PPP Perlu Kerja Keras untuk Tetap Eksis

Pakar politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai pilihan PPP untuk fokus pada Pileg 2024 sebagai pilihan yang rasional.