Agama Dicampuradukkan Pilkada Jakarta, PBNU: Sudah Overdosis  

Reporter

TEMPO/Arif Fadillah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rumadi Ahmad mengkritik keras upaya mencampuradukkan agama Islam dengan politik praktis yang terjadi pada pilkada DKI Jakarta. "Ini sudah terlalu overdosis, harganya terlalu mahal untuk dipertaruhkan dengan bangsa kita," kata Rumadi saat diskusi di D Hotel pada Rabu, 15 Maret 2017.

Kritik Rumadi ini berkaitan dengan adanya penolakan menyalatkan jenazah pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Bahkan di sejumlah tempat, Rumadi menjumpai pengurus masjid dipecat, keluarga jenazah disuruh membuat surat pernyataan, dan sebagainya. Ini yang mendasari NU bersikap.

"Memang Islam tidak pernah dilepaskan dari perkumpulan politik karena agama punya peran terhadap proses pendirian bangsa ini," kata dia. Namun yang ia maksud, politik agama bukan dengan tindakan politik praktis untuk kepentingan sendiri.

Baca: Soal Tolak Salat Jenazah, Sejarawan Sebut Bung Karno Pernah Murka

Kata dia, NU telah mencontohkan bagaimana peran agama turut andil dalam perpolitikan nasional. Rumadi menjelaskan, sejak 1984, NU telah menarik diri dari kegiatan politik praktis atau politik kekuasaan. Di satu sisi, NU tetap terlibat dalam urusan politik kenegaraan dan politik kerakyatan.

"Kenapa NU menarik diri dari politik praktis? Karena orang akan mudah terjebak dalam politisasi agama," ucap Rumadi. Berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Jakarta adalah bukti terjadinya politisasi agama. "Itu memang memabukkan."

Menurut dia, orang-orang yang terlibat politisasi agama tak akan menyadari kelakuan mereka. Ketika dinasihati, mereka akan marah-marah karena merasa tindakannya adalah perintah Tuhan. Karena itu, ia meminta semua pihak menyudahi hal ini.

Baca: Bahas Masalah Islam Terkini, PBNU Temui Ulama-ulama Sepuh

Sebab, akibatnya bisa mengancam keberagaman di Indonesia. Rumadi khawatir isu semacam ini akan dicontoh dan menyebar ke daerah. Tindakan intoleransi bakal meluas ke seluruh Indonesia.

Dia membeberkan para ulama NU dalam waktu dekat akan bermusyawarah di Rembang. Semua kiai, seperti Gus Mus atau Mustofa Bisri, Said Aqil, dan Maimun Zubair, akan membahas masalah ini. Rencananya, rapat akan digelar pada 16 Maret.

Dosen Paramadina, Arif Susanto, menambahkan, seharusnya partai politik ikut bersikap terkait dengan pilkada DKI Jakarta. Justru dia melihat peran partai politik hanya sebatas broker atau perantara kekuasaan. "Bagaimana bisa partai membela mati-matian orang yang bukan kader. Ini kan tujuannya imbalan," tutur dia.

AVIT HIDAYAT

Baca: Muhammadiyah: Tetap Salatkan Jenazah Tertuduh Munafik






Zuhri, Santri Penjual Pecel Lele Lamongan yang Raih Beasiswa S3 di Cina

28 hari lalu

Zuhri, Santri Penjual Pecel Lele Lamongan yang Raih Beasiswa S3 di Cina

Ahmad Syaifuddin Zuhri, pria asal Lamongan, Jawa Timur berhasil menuntaskan studi doktoralnya di Cina berkat beasiswa pemerintah Cina.


Setelah Heru Budi Sowan PBNU, PWNU DKI: Jangan Segan Komunikasi dengan Tokoh Agama Jakarta

49 hari lalu

Setelah Heru Budi Sowan PBNU, PWNU DKI: Jangan Segan Komunikasi dengan Tokoh Agama Jakarta

PWNU DKI Jakarta meminta agar Heru Budi Hartono tidak segan berkomunikasi, meminta pendapat dari tokoh ormas dan agama Jakarta.


Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Pesantren Hingga Ormas, Bisa Dapat Hingga Rp 200 Juta

3 Oktober 2022

Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Pesantren Hingga Ormas, Bisa Dapat Hingga Rp 200 Juta

Kemenag memberikan besaran bantuan mulai dari Rp 50-200 juta. Pendaftaran ditutup hingga akhir Oktober. Simak cara dan syaratnya.


Serikat Nelayan NU Bagi Ikan Gratis untuk Warga Menteng Dalam

4 September 2022

Serikat Nelayan NU Bagi Ikan Gratis untuk Warga Menteng Dalam

Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama membagikan satu ton ikan gratis kepada masyarakat di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.


Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

19 Agustus 2022

Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

Pakar Bahasa dari UIN Syarif Hidayatullah sebut dari segi bahasa, lagu itu tidak memiliki unsur negatif, namun dari segi kepantasan tidak pas.


PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo

15 Juli 2022

PBNU Buka Pendaftaran Beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo

Pendaftaran beasiswa ke Universitas Al Azhar Kairo dibuka sejak 14-20 Juli 2022.


UNU Yogyakarta dan UEA Teken MoU Pendirian Sekolah Masa Depan

3 Juli 2022

UNU Yogyakarta dan UEA Teken MoU Pendirian Sekolah Masa Depan

Penandatangan MoU antara PBNU dan UEA dilakukan untuk mendirikan sekolah masa depan di bawah UNU Yogyakarta


Rahasia Pesantren Tambakberas Berdiri Hingga Usia Hampir 2 Abad

28 Juni 2022

Rahasia Pesantren Tambakberas Berdiri Hingga Usia Hampir 2 Abad

Putri Abdul Wahab, Nyai Mundjidah Wahab memaparkan, ada empat modal yang menjadi rahasia Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Apa saja?


Profesor NU, Anak Penjual Petis Jadi Rektor UIN Sunan Ampel

13 Juni 2022

Profesor NU, Anak Penjual Petis Jadi Rektor UIN Sunan Ampel

Muzakki yang merupakan Guru besar bidang Sosiologi Pendidikan UIN Sunan Ampel adalah seorang putra penjual petis di Pasar Sidoarjo.


Ketua Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, PBNU: Ia Pernah di LPBHNU

9 Juni 2022

Ketua Majelis Sang Presiden Dukung Anies Baswedan, PBNU: Ia Pernah di LPBHNU

Ahmad Nurul Huda Haem menyatakan Ketua Majelis Sang Presiden Abu Abdurrahman memang pernah duduk sebagai Wakil Ketua LPBHNU.