Pilkada DKI Putaran Kedua, LSI: Anies-Sandi Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Iman bersama paslon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengacungkan tiga jari mereka saat mengahdiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Depok, Jawa Barat, 6 Maret 2017. Rakornas PKS mengambil tema

    Presiden PKS Sohibul Iman bersama paslon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengacungkan tiga jari mereka saat mengahdiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Depok, Jawa Barat, 6 Maret 2017. Rakornas PKS mengambil tema "Kokoh Berkhidmat untuk Rakyat" dihadiri oleh Anies-Sandi dan ratusan kader PKS dari seluruh Indonesia. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny Januar Ali merilis laporan survei elektabiltas kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang akan mengikuti pemilihan putaran kedua.

    Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, mengatakan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno diprediksikan menang atas pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

    Baca: Bagaimana Kubu Ahok dan Anies Berebut Suara Agus-Sylvi

    “Penyebabnya, karena pergerakan suara pemilih pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni lebih banyak lari ke pasangan Anies-Sandi,” ujar Adjie saat konferensi pers di kantornya, Selasa, 7 Maret 2017.

    Pasangan Anies-Sandi meraih suara 49,7 persen atau unggul sekitar 9 persen dibanding pasangan Ahok-Djarot yang mendapat 40,5 persen. Data, kata Adjie, didapat dari survei yang digelar LSI pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017.

    LSI mewawancarai 440 responden yang tersebar di seluruh Jakarta dan Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat margin error sebesar 4,8 persen.

    “Jika pilkada putaran kedua dilaksanakan saat survei berlangsung, maka pasangan Anies-Sandi akan menang,” kata Adjie. Saat itu, ujar Adjie, penyebabnya karena mobilisasi pemilih Agus-Sylvi lebih banyak mengalihkan dukungan ke Anies. “Jumlahnya di atas 60 persen. Namun  tidak menutup kemungkinan Ahok-Djarot bisa menyalip elektabilitas Anies-Sandiaga,” kata Adjie.

    Dari survei tersebut, ujar Adjie, pada pilkada putaran pertama lalu Agus-Sylvi mendapat suara 14,65 persen. Data ini berbeda dengan hasil pilkada yang diselenggarakan KPU DKI 63,3 persen pendukung Agus akan beralih ke pasangan Anies-Sandi. Hanya 12,3 persen pendukung Agus yang beralih ke pasangan Ahok-Djarot.

    Menurut Adjie, jumlah pemilih Muslim Jakarta lebih banyak memilih Anies dengan jumlah 55 persen. Sedangkan pemilih Muslim yang mendukung Ahok hanya 36 persen. Lalu, dibandingkan dengan pemilih non-Muslim, pasangan Ahok-Djarot unggul 86,58 persen dan pasangan Anies-Sandi mendapat 3,65 persen.

    Baca juga: Pilkada DKI Putaran 2, Suara Agus Diprediksi ke Anies

    Namun, Adjie menambahkan, jika dibandingkan dari tingkat ekonomi, pasangan Ahok-Djarot unggul 46,1 persen di kalangan masyarakat menengah ke atas. Anies hanya mendapat dukungam 44,2 persen. Namun di satu sisi, pasangan Anies-Sandi menguasai dukungan di kalangan kelas menengah ke bawah. “Karakteristik ini sama dengan pemilih Agus-Sylvi yang lebih banyak disukai kalangan kelas bawah,” kata Adjie.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.