Polda Metro Jaya: Pilkada DKI Lancar, Tak Ada Intimidasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana usai rapat dengan GNPF-MUI di Mapolda Metro Jaya, 29 November 2016. TEMPO/INGE

    Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana usai rapat dengan GNPF-MUI di Mapolda Metro Jaya, 29 November 2016. TEMPO/INGE

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana mengatakan sejauh ini momen pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta berjalan lancar. Menurut dia, secara umum, masyarakat bisa menggunakan hak pilih dengan tenang tanpa intimidasi.

    "Polisi dan TNI juga berjaga untuk memberikan rasa aman dan nyaman," kata Suntana di TPS Tanjung Duren, Rabu, 15 Februari 2017. Berdasarkan laporan dari anggota di lapangan, setiap TPS sudah menjalankan pemungutan suara sebanyak 60 hingga 70 persen.

    Baca : Begini Gerak-gerik Tujuh Tahanan KPK Saat Ikut Pilkada

    Rencananya, Suntana juga akan melakukan patroli skala besar siang ini. "Rutenya keliling kota Jakarta. Semua titik kami anggap rawan," kata dia.

    Sementara itu, ditanyai mengenai kabar adanya penolakan pemilih keturunan cina di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat, Suntana mengaku belum mengetahui informasi itu. Menurut dia, ada dua kemungkinan yang menjadi alasan penolakan itu.

    Pertama, pemilih tersebut memang tidak tercatat di TPS tersebut, sehingga tidak bisa memilih. "Kedua, kalau memang terdaftar dan dihalangi tentu akan ada mekanismenya. Bisa masuk dalam tinjauan KPU," ujarnya.

    Sejak pagi, Wakapolda bersama Kapolda Metro Jaya, Kapolri serta anggota DPR RI meninjau beberapa titik lokasi TPS di Jakarta. Salah satunya ialah TPS yang menjadi lokasi pencoblosan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.