Demi Ahok-Djarot, Sejumlah Artis Rela Konser Tak Dibayar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Sophia latjuba ditemui dibelakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 4 Februari 2017. TEMPO/Dini Teja

    Aktris Sophia latjuba ditemui dibelakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 4 Februari 2017. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta – Aktris Sophia Latjuba, penyanyi Yosi “Project Pop”, penyanyi Iwa K., hingga komedian Ernest Prakasa turut hadir dalam Konser Gue 2. Keempat artis tersebut mengaku rela tak dibayar untuk mendukung Ahok-Djarot. Apa alasannya?

    “Enggak (dibayar) alasannya gini saja gue udah punya anak, gue pengen generasi berikutnya punya pemimpin yang lebih layak, Pak Ahok sudah jadi contoh yang baik,” ujar Iwa K. saat ditemui di belakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Februari 2017. 

    Di tempat yang sama, aktris Sophia Latjuba menuturkan kehadiran dirinya bukan untuk kepentingan politik, “Ini demi masa depan Jakarta,” kata ibunda penyanyi Eva Celia ini.

    “Saya di sini untuk memilih yang terbaik dan menjadikan Jakarta ini tempat yang baik, ini bukan (soal) politik,” tutur Sophia.

    Selanjutnya, komedian Ernest Prakasa memiliki alasan pribadi mengapa dirinya ingin mendukung Ahok. “Tiga tahun lalu gue bikin acara di Gedung Kesenian Jakarta, biayanya Rp 25 juta. Tapi sekarang, setelah pungutan liar dibersihkan sama Pak Ahok, biayanya jadi cuma Rp 5 juta. Ini bentuk rasa terima kasih saya,” kata pria berkacamata ini. 

    Adapun Yosi Project Pop menegaskan kehadirannya di Konser Gue 2 tanpa dibayar ini dilakukannya secara sadar. “Kita sukarela, kesadaran yang kuat membuat kita dukung Ahok secara sukarela dan kita percaya bahwa dia adalah calon yang pas untuk pimpin DKI. Kita semua tidak dibayar,” dia menegaskan.

    DINI TEJA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.