Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Indikasi Pemalsuan Syarat Dukungan di Pilkada Gowa?

Editor

Grace gandhi

image-gnews
Calon Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Calon Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Iklan

TEMPO.CO, Makassar - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad menyebut ada indikasi pemalsuan syarat dukungan bagi calon perseorangan di pemilihan kepala daerah (Pilkada Gowa). Untuk itu pihaknya meminta Bawaslu dan KPU Sulawesi Selatan melakukan verifikasi ke lapangan.

“Ada indikasi pemalsuan syarat dukungan calon perseorangan. Tapi masih perlu pendalaman. Apakah benar KPUD Gowa dan penyelenggara pemilu tingkat bawah melakukan itu,” kata Muhammad ketika dihubungi, Minggu 27 Desember 2015.

Menurut Muhammad, indikasi tersebut berupa dugaan pemalsuan tanda tangan untuk kepentingan pasangan calon nomor urut lima Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio sehingga lolos menjadi calon kepala daerah ketika proses tahapan masih berlangsung.

“Modusnya, KTP yang terkumpul beda dengan orang yang tanda tangan,” ujar Muhammad. Itu diketahui setelah Gerakan Penyelamat Suara Rakyat (GPSR) melakukan pelaporan ke Bawaslu RI pada 21 Desember lalu. GPSR merupakan gabungan koalisi calon kepala daerah yang maju di pilkada Gowa mulai nomor urut satu hinggga nomor urut empat, yaitu Maddusila, Sjachrir Sjafruddin Daeng Jarung, Djamaluddin Maknun, dan Tenri Olle Yasin Limpo.

“Laporan GPSR itu sudah kami tindaklanjuti. Dengan memanggil KPU Gowa, GPSR, Panwas Gowa, Bawaslu Sulawesi Selatan, dan KPU Sulawesi Selatan pada kamis lalu,” kata Muhammad.

Muhammad berharap hasil verifikasi terhadap KPU Gowa sudah harus rampung sebelum 3 Januari mendatang. Sebab jadwal sidang di Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada digelar pada tahun depan.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan Khaerul Mannan mengatakan, laporan GPSR masih perlu dilakukan pengecekan kelapangan. Sebab, apa yang dilakukan KPU Gowa sudah benar. Karena tidak mungkin KPU Gowa melolsokan calon nomor urut lima kalau tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan dengan mengumpulkan KTP sebanyak 56.054 lembar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Bawaslu RI akan bentuk tim investigasi. Kami setuju soal itu. Kalau benar KPU Gowa ataukah kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) meloloskan calon nomor urut lima karena adanya pemalsuan tandatangan maka perlu tindakan tegas,”jelasnya.

Adapun Ketua KPUD Gowa Zainal Ruma membantah tudingan GPSR yang meloloskan calon nomor urut lima karena tidak memenuhi syarat. Menurut Zainal, KPU sudah melakukan verfikasi sebelum menetapkan pasangan ini.

“Kami ini bukan penyidik. Kalau syarat dukungannya telah memenuhi syarat. Kenapa harus dicoret,”jelasnya.

Dihubungi terpisah, calon Bupati Gowa terpilih Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo mengaku heran kenapa persoalan ini baru dimunculkan saat proses pilkada telah selesai. “Kalau mereka melapor silahkan saja. Tapi saya heran kenapa baru dipersoalkan sekarang,” kata Adnan.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Komisi II Tegur KPU-Bawaslu karena Banyak Komisioner Absen Rapat di DPR

4 hari lalu

Suasana rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI membahas revisi Peraturan KPU di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2023. Rapat tersebut membahas penyesuaian Peraturan KPU berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXV/2023 terkait batas usia capres dan cawapres yang diubah menjadi berusia minimal 40 tahun atau pernah berpengalaman sebagai kepala daerah. TEMPO/M Taufan Rengganis
Komisi II Tegur KPU-Bawaslu karena Banyak Komisioner Absen Rapat di DPR

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus menegur dua lembaga yang mengurusi Pemilu itu karena banyak komisionernya tidak hadir.


Bawaslu Minta Kecanggihan Teknologi Kecerdasan Buatan Perlu Diawasi di Pilkada 2024

8 hari lalu

Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO
Bawaslu Minta Kecanggihan Teknologi Kecerdasan Buatan Perlu Diawasi di Pilkada 2024

Bawaslu mewanti-wanti pelaksanaan Pilkada 2024. Sebab dengan adanya teknologi AI itu, semua hal bisa dipalsukan atau dibuat seolah-olah asli.


Cegah Pelanggaran pada Pilkada 2024, Bawaslu Melakukan Ini

8 hari lalu

Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI Rahmat Bagja ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso Joharsoyo.
Cegah Pelanggaran pada Pilkada 2024, Bawaslu Melakukan Ini

Bawaslu telah menginventarisasi data pemilih hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024.


Kemendagri Pastikan Pendanaan Pilkada Serentak 2024 Telah Siap

8 hari lalu

Ilustrasi pemilu. REUTERS
Kemendagri Pastikan Pendanaan Pilkada Serentak 2024 Telah Siap

Pendanaan Pilkada serentak 2024 sudah dianggarkan 40 persen di 2023, dan 60 persen di 2024.


Bawaslu Bantul Gandeng NU dan Muhammadiyah untuk Kurangi Politik Uang dan Politisasi SARA di Pilkada

11 hari lalu

Ilustrasi Bawaslu. dok.TEMPO
Bawaslu Bantul Gandeng NU dan Muhammadiyah untuk Kurangi Politik Uang dan Politisasi SARA di Pilkada

Bawaslu berkolaborasi dengan semua jenjang kepengurusan NU dan Muhammadiyah hingga tingkat kelurahan.


Soal Putusan MA Perihal Batas Usia Calon Kepala Daerah, Bawaslu Tunggu Tindak Lanjut KPU

12 hari lalu

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Lolly Suhenty, menanggapi kenaikan tunjangan kinerja pegawai. Tunjangan kinerja itu dinaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemarin, Senin, 12 Februari 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Soal Putusan MA Perihal Batas Usia Calon Kepala Daerah, Bawaslu Tunggu Tindak Lanjut KPU

Bawaslu menyatakan akan menghormati seluruh putusan MA.


Megawati Sentil Kinerja KPU dan Bawaslu: Aduh Pusing Dah

19 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato saat penutupan Rapat Kerja Nasional V PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Minggu, 26 Mei 2024. Hasil dari Rakernas V PDI Perjuangan yang diselenggarakan dari 24-26 Mei ini seluruh kader Partai menyatakan untuk tetap memilih Mega menjadi ketua umum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Megawati Sentil Kinerja KPU dan Bawaslu: Aduh Pusing Dah

Megawati menyatakan, saat ini sedang terjadi pertempuran antara hukum yang adil dengan hukum yang dimanipulasi.


Jelang Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih Pilkada 2024, Bawaslu Lakukan Ini

25 hari lalu

Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO
Jelang Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih Pilkada 2024, Bawaslu Lakukan Ini

Bawaslu meminta pengawas pemilu berkoordinasi di setiap tingkatan kepada KPU serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.


KPU Bahas Aturan Pencalonan, Pastikan Caleg Terpilih Harus Mundur Jika Maju di Pilkada 2024

26 hari lalu

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari berbincang dengan Komisioner KPU Mochammad Afifuddin saat menghadiri Pemeriksaan Persidangan Penyampaian Jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait, dan Keterangan Bawaslu pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2024. Mahkamah Konstitusi memberi kesempatan kepada KPU sebagai termohon. TEMPO/Subekti.
KPU Bahas Aturan Pencalonan, Pastikan Caleg Terpilih Harus Mundur Jika Maju di Pilkada 2024

Komisi II DPR telah menyetujui dua Rancangan PKPU tentang penyelenggaraan Pilkada 2024.


5 Faktor yang Bikin Politik Uang Terus Eksis di Indonesia

28 hari lalu

Warga menunjukan tulisan penolakan politik uang saat Bawaslu On Car Free Day pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu 28 Maret 2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
5 Faktor yang Bikin Politik Uang Terus Eksis di Indonesia

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Hugua usulkan politik uang atau money politics dilegalkan. Apa sebab politik uang eksis di Indonesia?