Klaim Menangi Pilkada, Kubu Pasha Ungu: Kerja Tim Tak Sia-sia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup band Ungu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Vokalis grup band Ungu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Palu - Pasangan Hidayat-Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu mengklaim unggul dalam penghitungan sementara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu. Berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan nomor urut 1 ini meraih 36 persen suara dari 620 tempat pemungutan suara di delapan kecamatan di Kota Palu.

    "Tentunya, dengan hasil penghitungan sementara ini, kami sangat bersyukur. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Palu," kata anggota tim sukses Hidayat-Pasha, Agus Manggona, kepada Tempo di markas tim pemenangan pasangan yang populer dengan sebutan Dasi Ungu itu di Kelurahan Tondo, Kota Palu, Rabu, 9 Desember 2015.

    Hidayat-Pasha mengaku kemenangan ini merupakan salah satu hasil upaya kerja keras tim pemenangan Dasi Ungu. "Apa yang diraih hari ini adalah bukti bahwa kerja tim tidak sia-sia," ujar Agus.

    Hidayat-Pasha berjanji, jika memenangi pilkada berdasarkan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum, pihaknya akan melaksanakan program-program yang disampaikan saat kampanye. Mereka berjanji menerbitkan kartu rakyat untuk 62 ribu warga.

    "Kami akan memperhatikan rakyat Kota Palu dengan program seratus hari untuk menyejahterakan rakyat dengan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan menjadikan Kota Palu menjadi mutiara khatulistiwa," ucap Agus.

    Data sementara yang diperoleh Tempo dari markas tim pemenangan Hidayat-Pasha, pasangan tersebut unggul dengan perolehan 9.543 suara atau 42,29 persen. Sedangkan Hadianto-Wiwik memperoleh 5.232 suara atau 22,69 persen, Habsa-Tamrin 4.439 suara (19,25 persen), dan Toni-Tahmidi 3.637 suara (15,77 persen).

    AMAR BURASE



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.