PKS Sebut Menang Sementara di 120 Daerah yang Gelar Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekertaris Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPP PKS La Ode Rahmat Zaadi mengatakan partainya sementara ini memenangi Pilkada 2020 di 120 daerah.

    "Dari 230 Pilkada yang diikuti PKS, baik mengusung maupun mendukung, sementara ini data masuk 70-75 persen. Dari situ, sekarang PKS memenangkan di 120 daerah kurang lebih," kata Rahmat dalam konferensi pers, Rabu, 9 Desember 2020.

    Rahmat mengatakan partainya masih memantau laporan dari struktur dan kader di daerah. Ia berharap target kemenangan 60 persen di Pilkada 2020 bisa tercapai.

    "Kami optimistis dari data sementara yang masuk sudah menunjukkan angka 55 persen lebih. Insya Allah dalam pergerakan ke depan, kami terus memantau dan bisa kami lakukan updating data," ujarnya.

    Juru bicara PKS, Pipin Sopian, mengatakan partainya tetap fokus memenangkan sampai tahap akhir. "Ada hasil quick count kita tidak boleh terbuai. Kita ingin tetap proses dikawal sebaiknya," ujar Pipin.

    Pipin juga menyampaikan pentingnya menjaga marwah penyelenggara pemilu. Sebab, proses penghitungan suara merupakan tahap paling krusial. Ia berharap KPPS, KPUD, KPU Provinsi bisa transparan, profesional, dan akuntabel memastikan tidak ada kecurangan dalam proses.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.