Debat Pilkada, Jargon Gibran soal Kota Solo Serupa dengan Slogan Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo nomor urut satu Gibran Rakabuming Raka (kiri)-Teguh Prakosa (kedua kiri) dan nomer urut dua, Bagyo Wahyono (kedua kanan)-FX. Supardjo (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di Solo, Jawa Tengah, Jumat 6 November 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo dalam debat pertama mengangkat tema

    Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo nomor urut satu Gibran Rakabuming Raka (kiri)-Teguh Prakosa (kedua kiri) dan nomer urut dua, Bagyo Wahyono (kedua kanan)-FX. Supardjo (kanan) mengikuti Debat Terbuka Pilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di Solo, Jawa Tengah, Jumat 6 November 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo dalam debat pertama mengangkat tema "Mengembangkan Surakarta Sebagai Kota Budaya Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Yang Adil dan Merata di Era Digital'. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Solo - Pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Suparjo mengikuti debat kedua Pilkada Solo, Kamis malam, 3 Desember 2020. Debat tersebut digelar di stasiun televisi lokal Terang Abadi Televisi dan disiarkan secara langsung.

    Debat tersebut mengambil tema ‘Memajukan Surakarta sebagai Kota Budaya yang Inovatif dalam Keberagaman melalui Kolaborasi dan Penguatan Civil Society’. Di sesi pertama, kedua pasang kandidat harus menjawab pertanyaan mengenai pengembangan kebudayaan.

    Calon wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono menyebut kekayaan budaya bisa menjadi aset wisata. Dia menyebut perlu adanya pembuatan paket wisata yang menarik sehingga bisa menarik wisatawan asing maupun domestik.

    Sedangkan Gibran menyebut perlunya pengembangan kebudayaan yang modern tanpa meninggalkan budaya tradisional. “Solo masa depan adalah Solo pada masa lalu,” katanya. Sebagai catatan, slogan serupa juga sering diungkapkan pada saat awal Joko Widodo menjabat sebagai Wali Kota Solo.

    Saat menjawab pertanyaan, Gibran turun dari podium dan memanfaatkan panggung yang cukup luas. Dia menjawab dengan cukup lancar dan menyelesaikan jawaban sebelum waktu habis.

    Usai Gibran menyelesaikan paparannya, moderator memberi penjelasan bahwa dalam tata tertib debat tidak mengatur bahwa kandidat harus menjawab di atas podium. “Bisa memanfaatkan semua panggung,” kata dia.

    Dalam Pilkada Solo, Gibran-Teguh diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan didukung oleh nyaris semua partai politik. Mereka akan berhadapan dengan Bagyo-Suparjo yang berangkat dari jalur perseorangan atau jalur independen.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.