Rabu, 21 November 2018

Sudirman Said Temui Presiden PKS Bahas Perkembangan Pilgub Jateng

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said (kiri), melihat papan nama pemilih saat meninjau TPS 21 Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 27 Juni 2018. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said (kiri), melihat papan nama pemilih saat meninjau TPS 21 Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah, Rabu, 27 Juni 2018. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Keduanya membahas perkembangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Tengah.

    "Hari ini saya bertemu Presiden PKS Sohibul Iman untuk menyampaikan perkembangan dan tentu meminta saran karena pekan depan menjadi waktu penting untuk menentukan hasil Pilkada Jateng," kata Sudirman saat tiba di DPP PKS, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Sudirman Said: Hasil Quick Count Pilgub Jateng 2018 Mengejutkan

    Sudirman datang sekitar pukul 13.50 WIB. Dia langsung bertemu dengan Sohibul. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

    Pertemuan dengan petinggi partai itu tak hanya untuk melaporkan hasil penghitungan suara sementara. Sudirman juga melaporkan kejadian di lapangan saat Pilkada berlangsung. "Saya kan maju karena dicalonkan partai dan seluruh hal mesti disampaikan kepada yang mencalonkan," ujarnya.

    Sudirman mengatakan dirinya sengaja menyambangi ketua partai politik pendukungnya sambil menunggu hasil Pilkada. Pekan lalu dia sudah bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

    Baca: Cerita Sudirman Said Tentang Tim Sukses yang Ditodong Pistol

    Rencananya, Sudirman akan bertemu dengan ketua partai pendukung yang lain yaitu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.