Unggul Pilkada, Ganjar Belum Dapat Ucapan Selamat dari Sudirman

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cagub Jawa Tengah nomor urut 1, Ganjar Pranowo, memperlihatkan surat suara setelah mencoblos di TPS 2 Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. Pilgub Jawa Tengah diikuti pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. ANTARA/R. Rekotomo

    Cagub Jawa Tengah nomor urut 1, Ganjar Pranowo, memperlihatkan surat suara setelah mencoblos di TPS 2 Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. Pilgub Jawa Tengah diikuti pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan dirinya belum mendapat ucapan selamat dari Sudirman Said. Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul melalui hasil quick count pemilihan gubernur Jawa Tengah versi sejumlah lembaga survei.

    "Belum. Saya sih pengen ketemu karena sudah kangen. Saya kampanye terakhir ke rumahnya, tapi beliau sibuk," kata Ganjar di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juni 2018

    Baca: Kasus E-KTP, Ganjar Pranowo Mengaku Lega Setelah Diperiksa KPK

    Dari hasil quick count Indobarometer, pasangan Ganjar-Taj Yasin meraih 56,74 persen suara. Mereka untuk sementara mengalahkan pesaingnya, yaitu Sudirman Said-Ida Fauziyah, yang mendapat 43,26 persen suara.

    Baca: Pilkada Usai, Ganjar Pranowo Datang ke KPK untuk Diperiksa

    Ganjar-Taj Yasin diusung lima partai, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golongan Karya. Koalisi partai itu mendapat total jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebanyak 58 kursi.

    Sementara itu pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, serta Partai Kebangkitan Bangsa.

    Baca: Quick Count: Ridwan Kamil, Ganjar, Khofifah Unggul Sementara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.