Senin, 17 Desember 2018

Hasil Quick Count Pilkada 2018, SBY: Tak Meleset dari Target

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri), bersama istri, Ani Yudhoyono, menunjukkan surat suara di TPS 06 Gunung Putri, Bogor, Rabu, 27 Juni 2018. SBY mendatangi TPS bersama anaknya, Edhi Baskoro Yudhono, beserta Siti Ruby Aliya Radjasa. Demokrat

    Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri), bersama istri, Ani Yudhoyono, menunjukkan surat suara di TPS 06 Gunung Putri, Bogor, Rabu, 27 Juni 2018. SBY mendatangi TPS bersama anaknya, Edhi Baskoro Yudhono, beserta Siti Ruby Aliya Radjasa. Demokrat

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, hasil quick count Pilkada 2018 tidak meleset dari target partainya.

    "Hitungan sementara sudah lebih, berarti boleh dikatakan tidak meleset dari target," kata SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca juga: Tanggapan SBY Soal Kekalahan Deddy Mizwar dalam Quick Count

    SBY turut memantau jalannya hitung cepat pemilihan kepala daerah serentak hari ini. Seiring rampungnya hasil quick count, SBY menelepon sejumlah calon kepala daerah yang diusung Demokrat. Dua yang sempat ditelepon yakni calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

    Kendati melebihi target kemenangan, lanjut SBY, Demokrat tak akan puas dengan capaian kuantitatif saja. Dia berujar nantinya partai akan menganalisis dan memetakan hasil pilkada lebih lanjut.

    Simak pula:Telepon Khofifah, SBY Ucapkan Selamat dan Sampaikan Pesan

    "Kami lihat nanti stretegic aspect dari semuanya ini. Provinsi mana dan posisi apa yang dimiliki Partai Demokrat," kata Presiden ke-6 RI ini.

    Dia melanjutkan, Partai Demokrat tak akan menyalahkan siapa pun atas kekalahan yang ditanggung dalam laga pilkada ini. Kata dia, partai akan mengkaji penyebab kekalahan kandidat yang diusung. "Misalnya Jawa Barat, berbeda sekali dengan survei sebelumnya, what's going on?"

    Partai Demokrat mengusung pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di pilgub Jawa Barat. Merujuk hasil hitung cepat Charta Politika, pasangan ini keok di posisi ketiga dengan perolehan 24,96 persen suara.

    Duo DM tak lebih unggul ketimbang pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang melejit ke posisi kedua dengan 30,12 persen suara. Padahal, hasil sigi sejumlah lembaga survei sebelumnya selalu menempatkan pasangan duo DM di posisi kedua atau di pertama, berkejaran dengan elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Rizhanul Ulum.

    SBY dan jajaran DPP belum merinci rekapitulasi hasil hitung cepat versi Demokrat tersebut. SBY mengatakan, partai masih akan mengikuti perkembangan hitung cepat hingga malam ini.

    SBY berjanji bakal segera memberikan penjelasan komprehensif ihwal hasil pilkada serentak ini. Kata dia, penjelasan tersebut akan disampaikan besok atau lusa.

    "Kemudian mana yang bisa kami jadikan capital atau modal untuk pemilu 2019 mendatang, baik pilkada dan pilpres," kata SBY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".