Suara Sudrajat - Syaikhu Melesat, LSI: Pengaruh Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo mengajak kader dan simpatisan untuk memenangkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. TEMPO/Prima Mulia

    Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo mengajak kader dan simpatisan untuk memenangkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, mengatakan melonjaknya suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 tidak lepas dari pengaruh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sangat kuat di Jawa Barat.

    "Sangat besar (pengaruhnya). Dari sisi pengalaman hasil Pilpres 2014 di sana (Jawa Barat) Prabowo menang di atas Jokowi (Presiden Joko Widodo)," kata Aji di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Quick Count Pilgub Jabar, Sudrajat - Syaikhu Ungguli Deddy - Dedi

    Selain itu, kata Aji, di tiap-tiap survei yang dilakukan hasilnya menunjukkan bahwa pendukung Prabowo loyal terhadap siapa pun kandidat yang dipilih oleh mantan Komandan Pasukan Khusus itu.

    Menurut Aji, fakta itu dimainkan oleh tim sukses Sudrajat-Syaikhu dengan mencoba menyampaikan ke publik bahwa mereka adalah pilihan Prabowo di berbagai kesempatan. Hal itu untuk menegaskan ke publik kedekatan mereka dengan Prabowo. "Kita lihat misalnya di debat muncul kaus #2019GantiPresiden," tuturnya.

    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden. Aksi ini membuat situasi debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, semakin panas, Senin (14/5). YouTube

    Sementara itu, Direktur Eksekutif LSI Denny JA, Denny Januar Ali, mengatakan partai politik pendukung Sudrajat-Syaikhu juga bekerja keras untuk meningkatkan elektoral kandidatnya di detik-detik terakhir. Menurut dia, hasil akhir akan ditentukan salah satunya dengan mesin politik yang bergerak dalam dua pekan terakhir sebelum pemilihan suara. "Asyik ini punya mesin PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang begitu dahsyat," ucapnya.

    Baca: Pilgub Jabar, AHY Kaget dengan Perolehan Suara Sudrajat - Syaikhu

    Berdasarkan hasil perhitungan cepat LSI Denny JA, pasangan Asyik berada di urutan kedua dengan perolehan 27,98 persen suara. Mereka kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang mendapat 32,98 persen suara.

    Adapun di urutan ketiga terdapat pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 26,07 persen suara. Sementara itu, di posisi buncit diraih pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan yang mendapat 12,98 persen suara.

    Dalam pemilihan gubernur ini, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum didukung oleh Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura. Pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Baca: Pilgub Jabar 2018, Sudrajat: Saya Kesatria, Siap Menang dan Kalah

    Adapun pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu didukung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Sementara itu, duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.