Rabu, 24 Oktober 2018

Megawati Minta Kadernya Tak Asal Seruduk di Pilgub Jawa Tengah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat mengikuti Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat mengikuti Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Solo - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri memprediksi pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 akan berlangsung seru. Sebab, hanya ada dua pasang calon dalam pemilihan itu.

    "Ini namanya head-to-head," kata Megawati saat memberikan arahan dalam apel siaga di Stadion Manahan, Solo, Jumat, 11 Mei 2018. Dia lalu menunjukkan dua tangannya yang dikepalkan dan saling berhadapan. "Head-to-head itu seperti ini."

    Baca: Megawati Bertemu Ribuan Kader PDIP Jawa Tengah Hari Ini

    Selanjutnya, Megawati mengayunkan kedua genggaman tangannya seolah hendak beradu. Namun dia menghentikan gerakannya saat dua genggaman tangan itu sudah sangat dekat. "Kalau sekarang tidak boleh asal seruduk," ujarnya.

    Pada masa lalu, banyak kader partai berlambang banteng yang harus main seruduk lantaran hidup di bawah tekanan. "Kalau sekarang tidak perlu menyeruduk, cukup memperlihatkan bahwa kita punya tanduk," katanya. Dia mengingatkan para kader bekerja secara disiplin sesuai dengan aturan yang telah dibuat Komisi Pemilihan Umum.

    Baca: Megawati Tegaskan Apel Siaga PDIP di Solo Bukan Kampanye

    Apel siaga di Solo itu juga sengaja digelar untuk memperlihatkan kekuatan partai bernomor urut tiga itu. Apalagi acara itu dihadiri puluhan ribu kader dari seluruh daerah di Jawa Tengah. "Kalau banyaknya segini, apa do ra wedi (pada tidak takut)," kata Mega.

    Meski demikian, dia menyoroti minimnya kaum muda yang hadir dalam acara itu, yang mengindikasikan kurangnya semangat para pemuda dalam urusan politik. "Generasi milenial di zaman now juga harusnya semangat," ujar Mega.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.