Khofifah dan Gus Ipul Berebut Pengaruh Soekarwo di Pilkada Jatim

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto ini beredar luas lewat aplikasi perpesanan WhatsApp. Tampak Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak memegang sebuah map berlambang Partai Demokrat. Di samping mereka terlihat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jawa Timur Soekarwo

    Foto ini beredar luas lewat aplikasi perpesanan WhatsApp. Tampak Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak memegang sebuah map berlambang Partai Demokrat. Di samping mereka terlihat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jawa Timur Soekarwo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dukungan Gubernur Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo dinilai bakal berpengaruh terhadap pasangan calon yang maju pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Sebab, dalam Survei Charta Politika Indonesia baru-baru ini, sebanyak 79,7 persen masyarakat Jawa Timur mengaku puas terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

    "Biasanya, apabila inkumben maju kembali dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen, maka kecenderungannya terpilih kembali," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca: Didampingi Soekarwo, Khofifah-Emil Dardak Mendaftar ke KPU Jatim

    Persoalannya, kata Yunarto, sampai saat ini siapa pasangan yang dianggap mendapat dukungan dari kesuksesan tersebut masih menjadi pertanyaan. Kesuksesan Soekarwo memimpin Jawa Timur bisa diklaim oleh Saifullah yang menjadi wakil gubernur.

    Namun, bisa juga kesuksesan kepemimpinan Soekarwo itu diklaim oleh kubu lawan. Alasannya Soekarwo merupakan kader Partai Demokrat yang saat ini mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

    Soekarwo yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah partai Demokrat Jawa Timur memberikan rekomendasi kepada Khofifah untuk maju Pilgub Jatim 2018. "Jadi pertanyaannya, siapa yang berhak mengklaim kesuksesan Pakde Karwo?" ujar Yunarto.

    Baca: Soekarwo Minta Izin ke SBY, Tak Jadi Jurkam Khofifah

    Yunarto mengatakan, sampai saat ini arah suara Soekarwo masih menjadi misteri yang tak bisa dinilai secara langsung, kecuali sang gubernur bergerak langsung memberi dukungan. "Tapi tak mungkin dia kampanye karena masih menjabat gubernur," tuturnya.

    Secara kedekatan, arah suara Soekarwo juga tak bisa ditebak. Alasannya, kata Yunarto, Soekarwo dipastikan punya kedekatan dengan Saifullah dan PDIP yang memang telah mendampinginya selama dua periode. Namun, secara formal, Soekarwo adalah kader Partai Demokrat, yang mengusung Khofifah.

    Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji mengatakan Soekarwo adalah salah satu faktor penting dalam Pilkada Jatim 2018. Karena itu, partainya tentu akan melakukan kapitalisasi guna mendongkrak suara Khofifah. "Agar kepuasan Pakde menjalar ke Khofifah."

    Sarmuji mengatakan akan meminta Soekarwo untuk mendeklarasikan dukungan itu secara lisan. "Nanti Pakde Karwo akan saya minta ngomong, 'Saya dukung Bu Khofifah', gitu," kata dia. "Sekarang kan sudah kami umumkan, 'Pakde saiki dukung Bude' dan tidak pernah dibantah kan."

    Sarmuji menegaskan bahwa Soekarwo telah berkali-kali bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan tim pemenangan Khofifah-Emil. Dia berkukuh mengatakan bahwa Soekarwo memang mendukung Khofifah. "Memang Pakde Karwo dukung Bu Khofifah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.