Rabu, 21 November 2018

Bupati Ngada Marianus Sae Tak Hadiri Penetapan Cagub NTT

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ngada Marianus Sae. Facebook.com

    Bupati Ngada Marianus Sae. Facebook.com

    TEMPO.CO, Kupang - Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur yang juga Bupati Ngada, Marianus Sae, tak tampak saat penetapan calon gubernur dan wakil gubernur di kantor Komisi Pemilihan Umum NTT, Senin, 12 Februari 2018. Marianus terkena operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Ahad malam, 11 Februari 2018, dan sedang diperiksa di Jakarta.

    Pantauan wartawan di KPU NTT, dari empat pasangan calon gubernur-wakil Gubernur, hampir semuanya hadir saat penetapan tersebut. Termasuk calon wakil gubernur, Emi Nomleni, yang mendampingi Marianus Sae dalam pilkada NTT.

    Baca juga: Kena OTT KPK, Bupati Ngada Pernah Tutup Bandara

    Tiga pasangan calon lain yang hadir adalah Benny K. Harman-Benny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, serta Partai Keadilan Sejahtera; Esthon Foenay-Chris Rotok dari Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Amanat Nasional; serta Viktor Laiskodat- Joseph Nai Soi dari Partai NasDem, Partai Golongan Karya, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan pihaknya belum mengambil sikap terhadap cagub yang tertangkap tangan oleh KPK.

    "Kalau sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, baru disikapi KPU," ucapnya.

    Hari ini, KPU NTT menggelar rapat pleno penetapan cagub-cawagub NTT yang akan mengikuti pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Bupati Ngada Marianus Sae bersama pasangannya, Emilia Nomleni, diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pilkada 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.