Senin, 22 Oktober 2018

Aa Gym di Polda Jateng: Ingin Pilkada Seperti 17 Agustusan

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gym turut menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Palestina di Silang Monas, 17 Desember 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Aa Gym turut menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Palestina di Silang Monas, 17 Desember 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, SEMARANG -- Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa dengan Aa Gym mengharapkan pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini berjalan seperti peringatan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

    "Semoga bisa berjalan seperti 17 Agustusan, penuh kompetisi namun penuh keceriaan," katanya ketika memberi tausiah dalam doa bersama dalam rangka Pilkada 2018 yang digelar di Polda Jawa Tengah, Jumat 19 Januari 2018.

    Aa Gym melihat budaya media sosial beberapa waktu terakhir ini cukup mengkhawatirkan.

    BACA: Pilkada Jabar, Zulkifli Hasan: Warga Meminta Aa Gym Jadi Gubernur

    Masyarakat, menurut Aa gym dengan gampang mengeluarkan tulisan yang mengolok-olok orang lain.

    Padahal, jika terjadi perpecahan maka akan terjadi kerugian yang luar biasa."Gubernur atau bupati/ wali kota akan terus berganti, tetapi keresahan tidak boleh terjadi," katanya.

    Sementara Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dalam sambutannya mengharapkan pelaksanaan pilkada gubernur dan bupati/ wali kota di tujuh daerah di provinsi ini berjalan lancar, aman, dan damai.

    Menurut Aa Gym, meski Jawa Tengah menempati posisi ke-17 dalam survei kerawanan pilkada, jajaran kepolisian harus tetap proaktif mewujudkan pilkada yang kondusif dan lancar.

    Aa Gym menegaskan pelaksanaan pilkada yang berkualitas tidak terlepas dari peran seluruh masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.