Senin, 28 Mei 2018

Soal Pilgub Jatim, Tri Rismaharini: Saya Tidak Mencla-mencle

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) bersama petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membersihkan jalan di Wonokusumo Kidul, Surabaya, 5 November 2017. Kegiatan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. ANTARA/Didik Suhartono

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) bersama petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membersihkan jalan di Wonokusumo Kidul, Surabaya, 5 November 2017. Kegiatan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Surabaya – Pasca-pengunduran diri Abdullah Azwar Anas sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur untuk mendampingi Syaifullah Yusuf, nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih santer disebut sebagai kandidat kuat penggantinya. Namun Risma berkukuh tetap tak mau maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur atau pilgub Jatim.

    "Kan aku wis ngomong. Mosok cangkemku gak kenek dipercoyo, molak-malik? (Kan aku sudah bilang. Masak, mulutku enggak bisa dipercaya, berubah-ubah?),” kata Risma kepada wartawan di Museum Nahdlatul Ulama (NU), Senin, 8 Januari 2018.

    Baca: Ketika Risma Emoh Gantikan Azwar Anas Maju Pilgub Jatim

    Perempuan 55 tahun itu menegaskan, sebagai cicit tokoh pendiri NU di Kabupaten Madiun, ia memegang teguh pesan dari para ulama. “Eh, pemimpin itu dipercaya karena mulutnya, lho. Kalau aku mencla-mencle, rakyatku bingung nanti,” ujarnya.

    Ditanyai soal banyaknya karangan bunga dan spanduk dari warga Surabaya yang menolak dia diusung ke pilgub, Risma hanya tersipu. “Ya, saya bersyukur, berarti masyarakat mencintai aku,” ucapnya.

    Simak: Anas Mundur Jadi Cawagub, Djarot Temui Tri Rismaharini

    Adapun Dewan Kurator Museum NU sekaligus sejarawan NU, KH Choirul Anam, meminta warga NU tidak mendesak Risma maju dalam pilkada. Menurutnya, Risma merupakan ibu arek-arek Suroboyo.

    Risma pun telah mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk mengabdi di Surabaya sesuai dengan sembilan pedoman pokok politik NU. “Jadi, kalau ada yang mau memaksa, enggak boleh, dong. Bu Risma ini yang mengamankan pedoman politiknya NU, yang harus terus dibawa,” tutur Choirul.

    Lihat: Saat Megawati Bangga Tak Salah Memilih Risma

    Sebelumnya, pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tengah mempersiapkan tiga nama kader PDIP Jawa Timur sebagai pengganti Azwar Anas. Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi menyebutkan tiga tokoh yang dinilai tepat menggantikan Azwar Anas.

    Tiga nama itu ialah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Ngawi Budi "Kanang" Sulistyono, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Pulau Madura, Said Abdullah. Namun Risma terang-terangan menolak dicalonkan saat jumpa pers di rumah dinasnya, Sabtu, 6 Januari 2018.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.