Rabu, 21 November 2018

Survei: Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi Terpopuler di Pilgub Sumut

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana tugas (plt) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, 12 Oktober 2015. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Pelaksana tugas (plt) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, 12 Oktober 2015. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) mengeluarkan survei popularitas dan elektabilitas kandidat-kandidat Gubernur Sumatera Utara 2018. Hasil riset SPIN menyatakan bahwa Tengku Erry Nuradi memiliki tingkat popularitas tertinggi sebagai calon gubernur dengan persentase 93,56 persen.

    "Hasil Survei SPIN ini menunjukkan bahwa Tengku Erry Nuradi adalah bakal cagub paling dikenal di semua Golongan Usia, Suku, Kelompok Sosial Ekonomi di Sumut," kata Direktur Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara pada Kamis, 4 Januari 2018.

    Tengku Erry Nuradi merupakan calon inkumben yang telah mengantongi dukungan untuk maju kembali di pilgub Sumut. Empat partai, yaitu Partai Golkar, PKB, Nasdem dan PKPI telah menyatakan dukungan terhadapnya.

    Baca: Cerita Megawati Tunjuk Djarot Saiful untuk Pilgub Sumut

    Tingkat popularitas tertinggi kedua diraih oleh Edy Rahmayadi sebesar 74,96 persen. Disusul Gus Irawan Pasaribu sebesar 65,89 persen.

    Sementara itu, kata Igor, ketika responden ditanya siapakah calon gubernur yang paling disukai hari ini, nama Tengku Erry Nuradi mendapat porsi 44,70 persen. Dikuti oleh Edy Rahmayadi sebesar 19,34 persen dan Gus Irawan Pasaribu 9,23 persen.

    Tengku Erry Nuradi juga dianggap sebagai figur yang paling layak memimpin lagi Sumatera Utara dengan persentase 37,54 persen, Edy Rahmayadi sebesar 32,45 persen, Gus Irawan Pasaribu sebesar 10.21 persen, dan Djarot Syaiful Hidayat 9,10 persen.

    Baca: Surat Persetujuan Pensiun Dini Edy Rahmayadi sedang Diproses

    Hasil Survei SPIN menunjukan bahwa Tengku Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi adalah dua nama yang bersaing ketat untuk memperebutkan suara pemilih di pilgub Sumut 2018. Menurut Igor, petahan memiliki kemungkinan hampir 50 persen untuk bisa lolos.

    Meski begitu, masih ada kemungkinan sekitar 30 sampai 40 persen inkumben bisa dikalahkan. “Itu triknya ada di konsultan politik, tim pemenangan dan pilihan isu,” kata Igor.

    Untuk posisi Cawagub, Gus Irawan Pasaribu dipandang oleh publik Sumut lebih cocok dengan persentase 25,25 persen. Disusul Ngogesa Sitepu 19,21 persen, JR Saragih 14,23 persen, dan Maruarar Sirait sebesar 8,97 persen.

    Publik Sumut juga melihat kelayakan empat tokoh ini untuk menjadi Cawagub berturut-turut. Gus Irawan Pasaribu memperoleh 17,45 persen, Ngogesa Sitepu 12,34 persen, JR Saragih 8,21 persen, dan Maruarar Sirait 7,12 persen. Ada pula persentase yang belum memutuskan sebesar 23,56 persen.

    Sementara itu, mengenai elektabilitas partai politik di Sumatera Utara, Partai Golkar masih berada di peringkat teratas dengan 14,23 persen. Diikuti PDIP sebesar 12,76 persen, Gerindra sebesar 10,54 persen, Partai Demokrat 6,9 persen, PKS 3,13 persen, Nasdem 2,98 persen, PPP 2,6 persen, PAN 2,4 persen, Perindo 1,23 persen, PKB 1,03 persen, Partai Solidaritas Indonesia 0,93 persen, Hanura 0,72 persen dan belum memutuskan 39,65 persen, serta Golput 0,9 persen.

    Survei SPIN tentang Pilgub Sumut dilaksanakan pada 11–23 Desember 2017 dengan wawancara tatap muka. Jumlah responden sebanyak 1.262 orang dengan menggunakan tehnik multistage random sampling, margin of error 3,46 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.