Soal Cawagub Khofifah, Golkar: Rakyat Maunya Emil Dardak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Trenggalek Emil Dardak dan isterinya Arumi Bachsin saat hdari dalam pertemuan pemuda lintas iman se-ASEAN dan dunia atau ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur,  29 Oktober 2017. TEMPO/ ISHOMUDDIN

    Bupati Trenggalek Emil Dardak dan isterinya Arumi Bachsin saat hdari dalam pertemuan pemuda lintas iman se-ASEAN dan dunia atau ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 2017. TEMPO/ ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan partainya merekomendasikan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menjadi bakal calon wakil gubernur untuk Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. Idrus mengatakan rekomendasi itu merujuk pada hasil survei, namun dia tak merinci lembaga survei terkait.

    "Kami merekomendasikan, kalau melihat hasil survei yang terakhir dirilis, Emil Dardak itu 22 persen, sementara yang lain ada di bawah," kata Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat pada Ahad, 12 November 2017.

    Baca: Soal Calon Wagub, Khofifah: Izinkan Saya Tak Menyebut Nama

    Idrus menyampaikan, angka tersebut menunjukkan keinginan rakyat Jawa Timur. Dia berpendapat, Khofifah harus mengikuti keinginan dan aspirasi tersebut jika ingin memenangkan kontestasi. "Saya katakan begini, kita mengikuti rakyat saja. Maunya rakyat itu kok," ujarnya.

    Idrus juga sebelumnya telah mengusulkan agar Emil benar-benar dipertimbangkan untuk menjadi cawagub Khofifah. Pertimbangan itu didasarkan pada teritorial dan komposisi segmentasi. Emil dinilai populer di daerah Mataraman dan dapat menarik pemilih muda.

    Baca: Tim 17 Sodorkan Dua Nama Calon Wagub ke Khofifah

    Emil menjadi Bupati Trenggalek diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam sejumlah kesempatan, PDIP menyatakan tak sepakat Emil digandeng partai lain.

    Terkait hal ini, Idrus mengatakan bahwa keputusan ada pada Emil. "Saya enggak tahu, yang penting Emil mau atau tidak," ujarnya.

    Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa telah memiliki tim 17 yang beranggotakan para kiai pengusung dirinya. Tim itu bertugas mengkaji dan membantu Khofifah menentukan calon wakilnya dalam pilgub Jatim. Akhir pekan lalu, tim 17 mengatakan telah merekomendasikan dua nama bakal cawagub Khofifah. Namun, juru bicara tim 17 Asep Saifuddin Chalim belum bersedia membocorkan dua nama tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.