Maju Pilkada Bandung, Menantu Lulung Sibuk Cari Partai

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pilkada

    ilustrasi pilkada

    TEMPO.CO, BANDUNG -Faizal Syamsul Bahri,menantu Abraham Lunggana atau Lulung mendeklarasikan diri untuk mengikuti Pilkada Bandung periode 2018-2023. "Insya Allah saya punya modal sosial dan politik yang bisa saya hibahkan untuk kemajuan kota ini," ujar Faizal saat menggelar jumpa pers di Bandung, Jumat 10 November 2017.

    Faizal merupakan pendatang baru dalam perpolitikan khususnya di Kota Bandung, bahkan ia tidak memiliki latar belakang apapun dalam hal politik. Namun ia percaya diri dapat bersaing dengan para kandidat calon yang sudah jauh hari mengenalkan diri. Menurut Faizal, ia punya modal sosial cukup untuk maju, diantaranya aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan, kepengurusan dibidang olahraga, kepemudaan, pengusaha, dan hobi.

    Misalnya tercatat sebagai ketua paguyuban pengusaha lokal Kota Bandung, ketua bidang kegiatan Harley Davidson Club Indonesia, bendahara umum paguyuban lodaya Jawa Barat, serta berposisi sebagai direktur dibeberapa perusahaan properti."Alhamdulillah setelah saya melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh di Kota Bandung, mereka dengan tulus mendukung niat saya. Bahkan siap memberikan dukungan dalam mengikuti Pilkada Kota Bandung tahun depan," katanya.

    Untuk memuluskan niatnya, ia mengaku sudah mendekati beberapa partai sebagai kendaraan politiknya. Salah satu partai yang sangat intens menjalin komunikasi yakni dengan Gerindra."Gerindra ingin melihat keseriusan saya. Makanya saya menggelar jumpa pers untuk membuktikan bahwa saya memang serius maju di Pilwalkot," katanya.

    Hadirnya, menantu Lulung dalam bursa kandidat  Pilkada Bandung menambah semarak pesta demokrasi di Kota Bandung. Sebelumnya muncul nama-nama seperti Nurul Arifin, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Sekda Kota Bandung Yossi Irianto, atlet bulutangkis Ricky Subagja, presenter M. Farhan, ketua karang taruna Kota Bandung Fiki Satari, dan nama-nama lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.