Pilkada Jawa Barat, Dede Yusuf Mendaftar Lewat Partai Demokrat

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf berorasi pada  kampanye terbuka pasangan calon bupati-wakil bupati Sukabumi Marwan-Adjo di Sukabumi, Jawa Barat, 30 Novemebr 2015. ANTARA FOTO

    Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf berorasi pada kampanye terbuka pasangan calon bupati-wakil bupati Sukabumi Marwan-Adjo di Sukabumi, Jawa Barat, 30 Novemebr 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, BANDUNG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dede Yusuf Macan Effendi, yang sempat bersaing menjadi calon Gubernur Jawa Barat pada 2013, kembali masuk bursa penjaringan calon gubernur dari Partai Demokrat. Dede ingin berlaga dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada Jawa Barat.

    “Saya masih bertugas saat ini di DPR, dan karena partai meminta kadernya maju, maka saya ikut penjaringan,” katanya di Bandung, Rabu, 4 Oktober 2017.

    Kendati sering bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Dede mengaku justru minim membahas pemilihan Gubernur Jawa Barat. “Mungkin karena ada saya kali, ya. Mungkin bahasnya dengan yang lain,” ujarnya.

    Menurut Dede, penugasannya di DPR juga masih menjadi pertimbangannya untuk terus melaju. “Kalau saya harus mundur (sebagai anggota Dewan), masih menjadi pertimbangan saya. Sebab, saat ini, saya baru saja mendapat amanah untuk meneruskan sebagai posisi Ketua Komisi (IX). Itu setiap 2,5 tahun di-rolling, saya mendapat kepercayaan dari Fraksi Demokrat untuk meneruskan mandat Ketua Komisi (IX). Tentu ini harus saya pertimbangkan juga,” ucapnya.

    Baca: Dedi Mulyadi Diminta Rp 10 Miliar untuk Pilkada Jawa Barat

    Dede mengatakan menyerahkan soal pencalonan itu pada mekanisme penjaringan partainya. Menurut Dede, saat ini, semua nama calon yang beredar masih belum pasti. Dia mengaku masih menjalin komunikasi dengan sejumlah calon gubernur, yang namanya bermunculan. “Kita komunikasi terus. Beberapa kali saya dengan Pak RK (Ridwan Kamil), dengan Dedi Mulyadi, itu biasa sajalah karena semua masih cair, artinya masih wacana,” tuturnya.

    Dede berujar semua proses ini diserahkan kepada partai. “Biarkanlah partai bekerja. Kami di sini, di dalam konteks yang dianggap orang sebagai calon itu, biarlah bekerja juga. Artinya, bekerja dengan bidangnya. Ada yang bekerja mencari simpati, ada yang bekerja sesuai dengan tupoksinya. Biar saja, nanti kan penilaiannya ada di orang,” katanya.

    Baca: Pajang Spanduk Duet dengan AHY, Ini Kata Dede Yusuf

    Dia juga mengaku belum terpikir soal calon pendampingnya dalam penjaringan pemilihan gubernur nanti. “Penentuan itu ditentukan dengan koalisi partai. Kriterianya, yang penting bawa partai dan dukungan. Itu saja,” ujarnya.

    Pada pemilihan gubernur 2014 lalu, Dede, yang saat itu menjabat wakil gubernur Jawa Barat, berpasangan dengan Lex Laksamana, mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat, bersaing dengan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Dya Pitaloka-Teten Masduki. Perolehan suaranya berada di bawah kedua pasangan pesaingnya tersebut. Pemilihan gubernur kala itu dimenangi Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.