Ditagih Potong Kuping, Ruhut Sitompul: Saya Tertawa, Termehek  

Jum'at, 21 April 2017 | 13:15 WIB
Ditagih Potong Kuping, Ruhut Sitompul: Saya Tertawa, Termehek  
Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul hadir di tengah warga Cipete, Jakarta Selatan, untuk menyampaikan permohonan maaf karena Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok batal hadir. Jumat, 25 November 2016. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara tim Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, buka suara menanggapi netizen yang menagih janjinya memotong kuping pasca-kekalahan pasangan nomor dua dalam pilkada DKI Jakarta. Ruhut berkilah tak ada janji yang harus ditepati terkait dengan hal itu.

“Kalau hari itu, aku ngajak bertaruh berani enggak potong kuping, tapi kan enggak ada yang berani, enggak ada yang nanggepin,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Jumat, 21 April 2017.

Ruhut mengaku melontarkan kalimat potong kuping untuk mengajak pendukung tim lawan bertaruh, tapi tak ada satu pun yang menyambut tantangan itu. “Jadi, kalau sekarang ditagih, saya tertawa aja, termehek-mehek,” ujarnya.

Baca: Kenapa Ruhut Sitompul Sebut Ahok-Djarot Itu Jongos?

Sehingga, menurut dia, janji potong kuping itu tidak berlaku. Ruhut pun berkomentar bahwa kemenangan yang diraih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno disebabkan teror agama. “Kalau enggak ada teror agama, mana mungkin pasangan itu menang. Kawan-kawan Tionghoa jadi takut dan memilih golput. Enggak berani milih,” katanya.

Ruhut menambahkan, baginya, Ahok dan Djarot tetap menang dalam pertarungan yang sesungguhnya. “Mereka tidak kalah. Ini seperti daripada rusuh-rusuh, kasih aja ke mereka. Mampu enggak mereka memimpin kayak Ahok,” ucapnya. Dia mengatakan, saat ini, yang perlu ditagih justru janji Anies-Sandi terkait dengan program-program yang digulirkan ketika kampanye, seperti uang muka (DP) rumah nol persen, tolak reklamasi, penutupan Alexis, hingga dana Rp 3 miliar untuk setiap rukun warga (RW).

“Kita tagih semua janjinya. Itu kan bohong semua, apa bisa dilakukan,” katanya. Ruhut menilai langkah Anies-Sandi dalam mewujudkan program-programnya juga tak akan mudah, terlebih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta masih didominasi partai koalisi pendukung Ahok-Djarot. “Kalau mau anggaran kan harus disetujui DPRD, sementara pendukung dia kan cuma dua,” ujarnya.

Baca: Terancam Dipecat Demokrat, Ruhut Mengaku Ditawari 7 Partai

Meskipun demikian, Ruhut berujar dia telah mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi melalui akun Twitter miliknya pada 19 April lalu, sesaat setelah hasil hitung cepat dipublikasikan. “Malam itu juga udah ngucapin. Aku tertawa aja dan kita lihat ini. Kita mesti bilang selamat sudah menang, tapi laksanakan tugasmu,” katanya.

GHOIDA RAHMAH

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan