Real Count C1 KPU DKI Selesai: Angka Partisipasi Lampaui Target  

Jum'at, 21 April 2017 | 00:48 WIB
Real Count C1 KPU DKI Selesai: Angka Partisipasi Lampaui Target  
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada jumpa pers menanggapi hasil hitung cepat di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, 19 April 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Proses pemindaian dan pengunggahan formulir C1 via Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng) atau real count milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah rampung 100 persen pada Kamis malam, 20 April 2017.

Formulir C1 atau surat hasil penghitungan suara dari masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) telah lengkap berada di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, tempat rekapitulasi dilakukan.

Baca: Real Count C1 Selesai, Anies-Sandi Raih Suara 57,95 Persen

"Dari total daftar pemilih tetap DKI Jakarta sebanyak 7.256.513, hanya 5.661.394 jiwa yang menggunakan suaranya," ujar Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Sumarno menyebutkan partisipasi pada pemilihan putaran kedua sebesar 78 persen, lebih tinggi dibanding putaran pertama yang hanya 77,1 persen. "Ini melampaui target nasional 77,5 persen," ujarnya.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat berhasil mengumpulkan 2.350.887 suara atau 42,05persen, sedangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 3.239.668 suara atau 57,95 persen.

Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos menuturkan proses kali ini jauh lebih cepat dibanding pilkada putaran pertama yang memakan waktu 2 x 24 jam. Hasil situng per wilayah juga dapat disimak melalui laman Pilkada2017.kpu.go.id.

Simak: Kalah Quick Count Pilkada DKI, Ahok: Kekuasan Itu Pemberian Tuhan

"Pada putaran pertama, perbedaan hasil situng dan perhitungan berjenjang hanya 0,3 persen," ucapnya. Namun ia menegaskan perhitungan manual dan berjenjang nanti yang akan dijadikan dasar hasil resmi KPU.

AGHNIADI

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler