Ruhut Sitompul Sebut Kemenangan Anies-Sandi karena Teror Agama  

Jum'at, 21 April 2017 | 11:39 WIB
Ruhut Sitompul Sebut Kemenangan Anies-Sandi karena Teror Agama  
Ruhut Sitompul tiba di hotel Bidakara, Jakarta, 13 Januari 2017. TEMPO/Maria Fransica (magang)

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Ruhut Sitompul, mengatakan, bagi dia, kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 putaran kedua karena teror agama.

“Kalau enggak ada teror agama, mana mungkin pasangan itu menang. Kawan-kawan Tionghoa jadi takut dan memilih golput, enggak berani milih,” ucapnya.

Bagi dia, Ahok dan Djarot tetap menang dalam pertarungan yang sesungguhnya. “Tidak kalah mereka. Ini seperti, daripada rusuh-rusuh, kasih aja ke mereka, mampu enggak mereka mimpin kayak Ahok,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini, yang perlu ditagih justru janji Anies-Sandi terkait dengan program-program yang digulirkan saat kampanye, seperti program uang muka (DP) rumah nol persen, penghentian reklamasi, penutupan Alexis, dan dana Rp 3 miliar untuk setiap rukun warga (RW).

Baca: Dukung Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul Mundur dari DPR 


“Kita tagih semua janjinya. Itu kan bohong semua, apa bisa dilakukan,” tuturnya. Ruhut menilai langkah Anies-Sandi dalam mewujudkan program-programnya juga tak akan mudah, terlebih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta masih didominasi partai koalisi pendukung Ahok-Djarot. “Kalau mau anggaran, kan, harus disetujui DPRD. Pendukung dia kan cuma dua,” katanya.

Meskipun demikian, Ruhut mengaku telah mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi melalui akun Twitter miliknya sesaat setelah hasil hitung cepat dipublikasikan. “Malam itu juga udah ngucapin. Aku tertawa aja. Kita lihat ini, kita mesti bilang selamat udah menang, tapi laksanakan tugasmu,” ujarnya.

GHOIDA RAHMAH



 




Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan