Ahok Waspadai Kecurangan Pilkada di Pinggiran Jakarta  

Selasa, 21 Maret 2017 | 07:32 WIB
Ahok Waspadai Kecurangan Pilkada di Pinggiran Jakarta  
Ahok, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua mencoba kemampuannya beratraksi dengan bola basket usai bermain basket bersama pasangannya Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, 19 Maret 2017. Aktivitas olahraga bermain basket itu untuk mengisi kanal media sosial "Youtube." ANTARA/Tim Dok BaDja

TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mewaspadai adanya kecurangan dalam putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI.

"Saya harap media datang ke TPS di pinggiran (Jakarta), kawasan Tangerang, Depok, dan Bekasi. Lihat apakah KTP yang ditunjukkan sama dengan C6," kata Ahok saat ditemui wartawan di Gedung Priamanaya Energi, Jalan Talang, Senin, 20 Maret 2017. Surat C6 adalah surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara yang diterima pemilih.

Ahok ingin memastikan blanko C6 diterima pemilih warga Jakarta sesuai dengan KTP. Karena itu, ia meminta setiap pemilih yang datang ke tempat pemilihan suara (TPS) diperiksa identitasnya. Menurut dia, KTP pemilih harus sama dengan identitas di blanko C6.

"Kalau enggak sama, kita tangkap bersama. Nah, ini yang kami lakukan," ucap dia. Karena itu, ia meminta nantinya saksi harus berada di depan meja dan ikut memeriksa setiap pemilih bersama panitia pemungutan suara. Hal ini harus dilakukan karena identitas bisa dimanipulasi atau dipalsukan.

Menurut dia ada kemungkinan terjadi kecurangan. Karena itu, ia meminta pelaksanaan pilkada dijaga bersama-sama semua pihak. Bisa aja, kata Ahok, oknum petugas memberikan blanko C6 kepada orang yang bukan semestinya.

AVIT HIDAYAT

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler