Setelah Nyoblos, Ahok Imbau Warga Jakarta Gunakan Hak Pilihnya

Rabu, 15 Februari 2017 | 11:42 WIB
Setelah Nyoblos, Ahok Imbau Warga Jakarta Gunakan Hak Pilihnya
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama dengan istri dan anaknya memberikan suaranya di TPS 54, Pantai Mutiara, Jakarta Utara, 15 Februari 2017. TEMPO/Benedicta Alvinta

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah 2017. Ahok mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 51, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, bersama istrinya, Veronica Tan, 41 tahun, dan anak sulungnya, Nicholas Sean Purnama, 18 tahun. Mereka berjalan kaki dari rumah menuju TPS.

Setelah mencelupkan jarinya ke tinta biru, Ahok menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh masyarakat DKI yang juga memiliki hak pilih. Ahok mengatakan setiap suara warga Jakarta akan menentukan nasib DKI selama lima tahun ke depan.

Baca: Ini Penyebab TPS Rawan Konflik Versi Ketua DKPP

"Saya berharap semua warga DKI berbondong-bondong datang ke TPS untuk memberikan hak suara saudara semua, karena pilihan saudara tentu menentukan masa depan Jakarta," ujar Ahok saat dijumpai di lokasi, Rabu, 15 Februari 2017.

Ahok juga mengimbau warga DKI yang tidak mendapatkan surat undangan pemilih tetap berinisiatif menggunakan hak pilihnya dengan membawa kartu identitas, seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK). Dengan begitu, tutur Ahok, tidak ada warga Jakarta yang kehilangan hak suaranya.

"Di setiap kelurahan, ada petugas dinas dukcapil (kependudukan dan catatan sipil) yang standby, termasuk jika ditemukan KTP palsu itu akan dilaporkan. Mereka akan kami proses," kata Ahok.

Ahok pun berterima kasih kepada semua warga Jakarta yang turut menjaga ketenteraman dan keamanan, sehingga proses pilkada bisa berjalan kondusif hari ini. Seusai pencoblosan, calon Gubernur DKI inkumben ini berencana mengadakan konferensi pers di rumah pemenangan Ahok-Djarot atau dikenal dengan Rumah Lembang.

LARISSA HUDA



 




Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan