Debat Pilkada DKI Ke-3 Dihadiri Warga Penyandang Disabilitas

Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:45 WIB
Debat Pilkada DKI Ke-3 Dihadiri Warga Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas ikut diundang KPU DKI menonton secara langsung debat Calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Februari 2017. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Belasan warga penyandang disabilitas ikut menyaksikan secara langsung debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Februari 2017.

"Kami diundang oleh KPU DKI (Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta) untuk datang ke sini," ujar salah satu penyandang tuna rungu, yang tergabung dalam Gerakan untuk Kesejahteraan Tunga Rungu Indonesia DKI Jakarta, saat ditemui di Hotel Bidakara.

Baca juga:
Debat Pilkada DKI, Ini Janji Agus, Ahok, dan Anies
Ada Angel Lelga, Rhoma Irama & Ani SBY di Debat Pilkada DKI


Ia mengatakan ini merupakan pertama kalinya mereka diundang ke acara debat Pilkada DKI Jakarta. Dalam dua debat sebelumnya, tak ada undangan ini. "Saya berharap, bahwa siapa pun pemenangnya akan memajukan disabilitas di Jakarta," kata dia.

Kedatangan mereka sejalan dengan tema debat hari ini, yang juga terkait disabilitas. "Hari ini tema debat yang akan diangkat adalah pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, antinarkoba, dan ramah disabilitas," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno, sebelum debat dimulai.

Selain penyandang tuna rungu, tampak pula penyandang tuna netra, tuna daksa, ikut menonton acara debat itu. Mereka duduk di barisan depan, di samping kiri panggung debat. Mereka tergabung dalam Persatuan Penyadang Disabilitas Indonesia DKI Jakarta.

Penyandang tuna rungu duduk di barisan paling depan. Untuk membantu mereka mengikuti debat kandidat calon, KPU DKI juga menghadirkan dua orang sebagai peraga bahasa isyarat.

Pada penyandang disabilitas nampak bersemangat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan, ketika moderator Alfito Deanova mulai membahas soal penyandang disabilitas di Jakarta, mereka tampak semakin antusias.

EGI ADYATAMA

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan