Kampanye Tanpa Pemberitahuan, Ahok Diprotes Panwascam Cakung

Kamis, 09 Februari 2017 | 14:06 WIB
Kampanye Tanpa Pemberitahuan, Ahok Diprotes Panwascam Cakung
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didampingi ketua RT 10/03 Den Bagus Solihun saat blusukan ke Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin, 6 Februari 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Agenda kampanye Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diwarnai adu mulut antara Panitia Pengawas Kecamatan Cakung dengan relawan Ahok-Djarot. Ketua Pengawas Kecamatan Cakung, Tommy Ronald, memprotes agenda kampanye Ahok yang mendadak dan tanpa memberi tahu sebelumnya.

“Mereka ini nggak berizin kampanye (ke Cakung), harusnya ada pemberitahuan dulu,” ujar Tommy kepada wartawan di sela agenda kampanye blusukan Ahok, Kamis, 9 Februari 2017. Tommy diminta pengawas tingkat kota untuk menghentikan agenda kampanye Ahok yang tak terjadwal.



Baca: Tak Izin, Ahok Terancam Sanksi Panwas Kecamatan Cipayung

Sudah beberapa kali Ahok-Djarot berkampanye tanpa pemberitahuan. Kampanye mereka dilakukan secara mendadak di sejumlah tempat. Kampanye Ahok yang tak berizin juga terjadi di Kampung Rawa Binong, Cipayung, Jakarta Timur, pada 3 Februari. Panwascam Cipayung protes dan mengancam memberikan sanksi buat Ahok.



Saat kampanye pada Senin lalu di RT 10/06 Cakung, Ahok juga tidak diiringi pengawas pemilu. Hal serupa terjadi saat Ahok mengunjungi kawasan Semper Barat, Jakarta Utara; Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan Kalideres, Jakarta Barat.



Tommy mempermasalahkan jadwal kampanye Ahok yang mendadak. Menurut Tommy, jika sebelumnya Ahok memberitahu pihaknya, ia tak akan mempermasalahkan. Tommy sempat cekcok dengan pendukung Ahok. Mereka sempat dorong-dorongan, sebelum akhirnya dilerai warga setempat.



Baca juga: Blusukan ke Balekembang, Ahok Ancam Pecat Lurah Malas



Dalam kampanyenya, Ahok menyerap aspirasi warga Cakung. Mereka meminta agar Ahok membuatkan pasar. Sejauh ini warga berjualan di pinggir jalan.



AVIT HIDAYAT

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler