Blusukan di Tegal Alur, Ahok Bertemu Nenek Latah

Rabu, 08 Februari 2017 | 14:08 WIB
Blusukan di Tegal Alur, Ahok Bertemu Nenek Latah
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blusukan ke Jalan Cipinang RT 15/5, Ciracas, Jakarta Timur, 2 Februari 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bertemu dengan seorang nenek yang latah, saat blusukan di Jalan Bhakti Mulya, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu siang, 8 Februari 2017. Nenek itu bernama Cani yang sehari-hari bekerja membungkus mur dan baut dalam bungkusan kecil.

Saat Ahok blusukan, nenek berusia 67 tahun itu tengah memasukan 8 buah mur dan baut ke dalam bungkusan plastik bersama para tetangganya. Karena latah, sejumlah tetangga pun kerap menggoda Cani. Salah satu tetangganya meminta ia mengangkat dua jari saat Ahok nanti mendatanginya.

Baca : Polisi Petakan Lokasi Rawan Saat Pilkada DKI

Cani pun menuruti permintaan itu. Saat Ahok menghampirinya, Cani langsung mengangkat dua jari kanannya. Namun karena kaget dengan sorakan orang-orang terhadap Ahok, ia tak sengaja mengangkat lagi dua jari dari tangan kirinya. "Dua. Eh, jadi empat ini," kata dia.

Lantas, calon gubernur nomor urut 2 itu menanyakan tentang aktivitas yang Cani lakukan. Cani menuturkan bahwa ia hanya diberi upah Rp 10 ribu untuk sebaskom bungkusan mur dan baut. "Ngerjain dari salat subuh," kata dia.

Saat hendak berpamitan, tetangga yang jauh lebih muda dari Cani, mengeluhkan soal dirinya yang belum mendapatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Ahok pun langsung memaparkan programnya yang menanggung jaminan peserta BPJS kelas III pada warga Jakarta.

"Saya enggak pengen orang Jakarta sakit, enggak berani berobat. Di luar KTP Jakarta kami urusin. Sayang kan, masih pada muda-muda," ujar Ahok. Dia pun meminta ajudannya untuk mendata tetangga Cani itu.

FRISKI RIANA

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler