Diprotes Tak Aspal Jalan di Jatinegara, Ini Alasan Ahok  

Senin, 06 Februari 2017 | 13:04 WIB
Diprotes Tak Aspal Jalan di Jatinegara, Ini Alasan Ahok  
Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbincang bersama Sumiyati, warga Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, yang rela rumahnya digusur, 3 Februari 2017. TEMPO/Friski Riana

TEMPO.COJakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mendapatkan aduan dari masyarakat karena pemerintah DKI Jakarta tak kunjung memperbaiki jalan rusak di kawasan RT 10 RW 06 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ahok juga melihat sendiri sepanjang jalan tersebut penuh kubangan dan batu tidak beraturan saat sedang sosialisasi.

Ketua RT 10 RW 06 Kelurahan Jatinegara Den Bagus Solihun mengatakan pihaknya sudah beberapa kali meminta kepada kelurahan untuk perbaikan jalan tersebut. "Tapi enggak dikabulkan dari kelurahan karena status lahannya. Saya bilang, kalau bisa, sosialisasi kepada warga, kasih tahu batasannya kayak apa," katanya, Senin, 6 Februari 2017.

Baca: Ini Alasan Djan Faridz Ajak Kaum Nahdliyin Dukung Ahok

Dari informasi yang diketahui Solihun, lahan itu disebut-sebut milik Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta. Namun ada juga beberapa pihak mengakui kepemilikan lahan seluas enam hektare tersebut. Setidaknya ada 700 kepala keluarga yang menempati kawasan sesak penduduk dan kumuh itu.

"Makanya warga banyak yang mencampakkan (kondisi jalan), terkesan lahan seolah-olah menggantung statusnya," kata Solihun.

Melihat kondisi tersebut, Ahok meminta Solihun mendorong masyarakat mengajukan sertifikat kepemilikan lahan mereka. Seandainya ditolak oleh petugas kelurahan, kata Ahok, pihak RT bisa mempertanyakan alasan penolakan pembuatan sertifikat.

Selain itu, menurut Ahok, pemerintah sudah membebaskan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi lahan yang nilai obyek pajaknya di bawah Rp 2 miliar. "Sekarang BPHTB saya hapus. Ini bisa saja nih oknum lurah, bisa juga main enggak mau kasih keterangan, dua tahun ini beres masalah tanah," ujarnya.

Sementara itu, Ahok mengatakan masih belum bisa mengabulkan pengaspalan jalan kalau status lahannya adalah milik Pemprov DKI Jakarta. "Hampir semua daerah seperti ini, yang enggak di-hotmix, pasti ada masalah tanah. Kalau ini tanah pemda, kami enggak bisa aspal. Kalau aspal, kami salah. Ini tanah pemda, kemungkinan jadi rusun, naik ke atas," ujar Ahok.

LARISSA HUDA

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler