Ditanya Bakal Nyawapres, Ahok: Jadi Gubernur Saja Susah

Kamis, 26 Januari 2017 | 13:09 WIB
Ditanya Bakal Nyawapres, Ahok: Jadi Gubernur Saja Susah
Marsono, warga Ulujami, membawa lukisan Presiden RI pertama Soekarno untuk berfoto dengan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta, 26 Januari 2017. TEMPO/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menanggapi santai pertanyaan awak media terkait kabar dia akan maju dalam pemilihan presiden 2019 dan mendampingi Presiden Joko Widodo. "Kata siapa? Gosip-gosip aja," kata Ahok saat blusukan di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Januari 2017.

Ahok mengatakan menghadapi pemilihan calon gubernur DKI Jakarta 2017 saja dia merasa kesulitan. Apalagi ditambah dengan status hukumnya saat ini sebagai terdakwa membuat jalannya memenangkan kursi DKI 1 menjadi cukup sulit. "Jadi gubernur saja susah. Jadi terdakwa," kata dia.

Baca : Debat Pilkada Kedua, Sandiaga Berharap Tak Diserang Lagi

Ahok menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. Ia dianggap menista agama setelah mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu, pada 26 September 2016. Persidangannya masih berjalan dan baru sampai tahap pemeriksaan saksi pelapor dan fakta.

Kabar seputar majunya Ahok dalam pilpres 2019 berembus pasca debat kandidat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada 13 Januari 2017. Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan saat debat berlangsung.

Di penghujung debat, moderator Ira Koesno sempat melontarkan pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon terkait godaan maju pemilu 2019 saat sudah terpilih sebagai gubernur atau wakil gubernur. "Jika nanti Anda terpilih selama lima tahun, siapkan Anda untuk tidak tergiur atau maju dalam pilpres 2019?” tanya Ira Koesno.

Dalam debat itu, masing-masing calon gubernur dari pasangan nomor satu dan tiga, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan, menjawab pertanyaan tersebut. Hanya pasangan nomor dua yang diwakili oleh Djarot Saiful Hidayat, selaku calon Wakil Gubernur. Ahok sendiri nampak tersenyum ketika mendengar pertanyaan itu dan mempersilakan Djarot untuk menjawabnya.

FRISKI RIANA

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Terpopuler