Rachel Maryam: Rekonsiliasi Jadi Prioritas 100 Hari Anies-Sandi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Maryam usai mengambil berkas pendaftaran dirinya di kantor Gerindra di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4). TEMPO/Prima Mulia

    Rachel Maryam usai mengambil berkas pendaftaran dirinya di kantor Gerindra di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim sukses pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Rachel Maryam mengatakan, program prioritas 100 hari Anies-Sandi setelah ditetapkan sebagai pemenang pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 adalah rekonsiliasi. Hal ini bertujuan untuk mempererat kembali persatuan warga yang sempat merenggang akibat pilgub ini.

    Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan rekonsiliasi akan dilakukan di tiap tahapan. Langkah pertama telah dilakukan saat Anies mengunjungi Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Kamis lalu. "Ini sinyal baik dan akan dilakukan berjenjang sampai ke tingkat bawah," katanya dalam diskusi Setelah Pilkada Usai di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 22 April 2017.

    Baca juga: Janji Anies-Sandi Menutup Alexis, Apa Tantangannya?  

    Rachel menjelaskan rekonsiliasi menjadi program utama lantaran Anies dan Sandiaga berkomitmen menjadi gubernur dan wakil gubernur semua pihak. "Maka akan menjalin silaturahmi dan komunikasi dari berbagai elemen," ujarnya.

    Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini, suasana politik di Jakarta memang sempat menghangat saat pilgub berlangsung. Hal ini, kata dia, sesuatu yang wajar dan tidak perlu disikapi berlebihan.

    Sebabnya, seusai pilgub ini, Rachel mengajak seluruh pihak untuk rekonsiliasi dan memperbaiki hubungan di antara sesamanya. "Tatap Jakarta sebagai maju kotanya dan bahagia warganya," ucapnya.

    Dalam pilgub DKI Jakarta putaran kedua, pasangan Anies-Sandi mampu mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Hasil real count formulir C1 Komisi Pemilihan Umum, Anies-Sandi meraih suara sebanyak 57,95 persen. Sementara Basuki-Djarot hanya mendapatkan 42,05 persen.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.