Senin, 16 Juli 2018

Hujan Sembako Pilkada DKI, Billy Beras: Ada Sumbangan Pedagang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Billy Haryanto alias Billy beras. Dok. pribadi

    Billy Haryanto alias Billy beras. Dok. pribadi

    TEMPO.COJakarta - Pedagang beras di Pasar Induk Cipinang bernama Billy Haryanto, alias Billy Beras, mengaku mendapat pesanan berton-ton beras dari tim pemenangan pasangan inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Beras itu dikemas dalam ribuan paket untuk diberikan kepada pemilih di sejumlah wilayah di Jakarta. “Total ada sekitar 1.000 ton beras,” kata Billy kepada Tempo, Senin, 17, April 2017.

    Menurut Billy, tidak semua beras itu pesanan tim pemenang. Sebab, kurang dari setengahnya adalah sumbangan dari para pedagang. Dia mencontohkan, dari 300 ton yang dia berikan, sekitar 30 ton adalah sumbangan pribadinya. “Sebenarnya, siapa pun pemimpinnya, kami sumbang,” kata pengurus Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) itu.  

    Baca: Pilkada DKI, Billy Beras: Mau Menang, Serahin Pedagang

    Sumbangan yang diberikan kepada calon pemimpin Jakarta itu, kata Billy, bukan karena pedagang mendukung pasangan inkumben. Sebab, jika tim pemenang Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga meminta, pasti akan diberikan. “Tapi dia tidak minta. Kami pengusaha cari aman saja,” katanya.

    Billy mengatakan beras pesanan itu tidak diserahkan secara karungan. Pedagang lebih dulu mengemasnya dalam paket sembako. “Isi sembako ada mi, gula, dan minyak,” ujarnya. Paket sembako inilah yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

    Baca: Berita Terbaru Pilkada DKI 2017

    Billy yakin pembagian sembako ini dapat mempengaruhi sikap pemilih di Jakarta. Penerima sembako sudah pasti mencoblos gambar orang yang diyakini memberikan sembako tadi. “Masyarakat sini masih punya pemikiran, siapa yang ngasih, dia coblos,” katanya. “Jadi, kalau mau menang (pilkada), serahin ke pedagang beras."

    Baca: Hujan Sembako di Pilkada DKI, Ada Nama Aria Bima dan Djan Farid

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Jakarta Djan Faridz diduga terlibat dalam pemesanan beras itu.

    Aria Bima mengatakan memang pernah meminta beras ke Billy. Tapi, kata dia, permintaannya tak dipenuhi pedagang beras asal Sragen, Jawa Tengah, itu. Ia menyebut Billy adalah pendukung Anies karena “Ahok merusak distribusi di Cipinang”. Djan Faridz menyatakan Billy memfitnahnya. “Saya bukan pedagang, tidak jualan beras. Pilkada? Saya juga bukan calon.”

    ERWAN HERMAWAN

    Simak juga Quick Count Pilkada DKI di http://quickcount.tempo.co



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Pertandingan Final Piala Dunia 2018 Prancis dan Krosia

    Setelah 62 pertandingan dan 161 gol, tiba saatnya perebutan tempat ketiga dan pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Prancis.